Penjualan Ayam Potong di Pasar Kranggot Anjlok 40% Gara-Gara Korona

Pedagang ayam potong di Pasar Kranggot Kota Cilegon menunggu pembeli datang, Rabu (23/3). Akibat pandemi penjualan ayam potong turun hingga 40 persen. (FOTO: ARI DAILAMI / BANTEN INSIGHT)

CILEGON, BANTENINSIGHT.CO.ID — Penjualan ayam potong di Pasar Kranggot, Kota Cilegon merosot hingga 40 persen akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Wigiyati (45), pedagang ayam di ayan potong di Pasar Kranggot mengaku, jika biasanya ia bisa menjual 100 kilogram (Kg)/hari, kini hanya bisa terjual 60-70 Kg/hari.

“Pembelinya yang turun drastis, biasanya ke pasar sendiri sekarang lewat online. Seperti Warung tegal (Warteg), pecel lele juga biasanya ngambil lima potong sekarang paling dua potong” ujar Wigiyati sepada Banteninsight.co.id, Rabu (23/9).

Ia mengatakan, menurunnya pembeli daging ayam di Pasar Keranggot ini diakibatkan wabah pandemi Covid-19.

“Sehingga para pembeli lebih efisien pesan lewat online,” katanya.

Ia mengatakan, kendati penjualan ayam potong mengalami penurunan, namun harga jual ayam potong terbilang masih relatif stabil.

Hal senada diungkapkan Dayat, pedagang ayam potong di Pasar Kranggot, akibat pendemi ayam potong ikut lesu lantaran pengunjung pasar menurun.

“Harga ayam masih normal, seperti biasa kadang naik kadang turun. Namun, pembelinya yang berkurang,” kata Dayat.

Berdasarkan pantauan wartawan Banteninsight.co.id, harga daging ayam potong di Pasar Kranggot dijual berkisar Rp 33-35 ribu/Kg. Selain daging ayam, harga telur juga masih terpantau normal Rp 20-21 ribu/Kg. Sebelumnya, harga telor ayam sempat naik sekitar Rp23 ribu/Kg.

“Harga sekarang termasuk turun, namun sebentar lagi akan mulai naik menjelang Maulid,” Rudi, pedagang telor Pasar Kranggot. (Ari)

Pos terkait