10 Orang Tertangkap, 26 Anggota Geng Allstar Sertim Masih Berkeliaran

  • Whatsapp
MENUNJJUKAN: Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny menunjukkan gergaji saat melakukan press konfres di Polres Serang Kota, Minggu (7/3).

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Pasukan gabungan Polres Serang Kota dan Polres Kabupaten, Polda Banten melakukan penangkapan terhadap 10 orang anggota geng motor bernama Allstar Serang Timur (Sertim).

Bacaan Lainnya

Geng motor tersebut sempat viral dimedia sosial (Medsos) yang mengganggu Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan mengacung-acungkan senjata tajam (sajam), mulai dari golok, pedang dan celurit di Perempatan Ciceri, Kota Serang, Banten, Sabtu (6/3) pukul 03.00 dini hari.

Anggota geng tersebut berjumlah 100 orang sementara yang sudah teridentifikasi sebanyak 36 orang dan yang berhasil ditangkap sebanyak 10 orang. Sementara 26 lainnya masih dalam pengejaran.

“Sementara kita amankan 10 orang kemudian yang diduga sebagai penghasut satu orang berinisial A,” kata  Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny saat melakukan press konfres di Polres Serang Kota, Minggu (7/3).

“Masih memburu yang sudah teridentifikasi 26 orang lagi dan ini akan terus berkembang dari keterangan mereka (Anggota geng Allstar Sertim),” imbuhnya.

Kronologis kejadian tersebut bermula Ketika anggota geng tersebut ingin melakukan balas dendam kepada geng motor lainnya. Dikarenakan salah satu anggota geng Allstar Sertim ancaman akan dibacok yang mengakibatkan anggota geng Allstar Sertim ingin menuntut balas.

Kemudian salah satu anggota geng Allstar Sertim berinisial A yang juga merupakan ketua geng tersebut mengajak teman-temannya untuk menuntut balas.

Lanjutnya, anggota geng tersebut melakukan pertemuan dengan empat geng motor lainnya diwilayah kemang pukul 1.00 WIB, kemudian bergerak menuju ke SMP 16.

“Dari loklasi tersebut menuju daerah kasemen dengan tujuan mencari dan membalas dendam terhadap lima geng motor juga,” katanya.

Lanjutnya, anggota geng motor tersebut berada di seputaran Trafick Light Carrefour. Akan tetapi Ketika sudah berada dilokasi tersebut anggota geng motor tersebut tidak menemukan geng lawan.

“Tidak menemukan yang dituju, balik kanan dan membubarkan diri,” katanya.

Ia juga mengungkapkan para pelaku melakukan komunikasi melalui group Whatsapp yang beranggotakan perwakilan dari anggota geng motor tersebut.

Ia juga mengatakan akibat dari perbuatan geng motor tersebut diancam undang-undang No.160 KUHP Jo 11 ayat 1A dan Perda No21 tahun 2021 serta Undang-Undang darurat. (Fikram)

Pos terkait