4 Tipe Bussiness Plan

  • Whatsapp
Ilustrasi business plan. (FOTO: FREEPIK).

EKBISBANTEN.COM — Merintis sebuah usaha tidak terlepas dari apa yang disebut sebagai business plan.

Business plan merupakan dokumen yang mendefinisikan secara rinci tujuan perusahaan dan bagaimana rencananya untuk mencapai tujuan tersebut.

Dokumen yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai rencana bisnis ini menjabarkan peta jalan tertulis dari sudut pandang marketing, keuangan, dan operasional untuk perusahaan, baik perusahaan rintisan maupun perusahaan mapan.

Dilansir dari entrepreneur.com, berdasarkan buku Write Your Business Plan yang ditulis oleh The Staff of Entrepreneur Media, ada empat tipe business plan berbeda yang memiiki fungsi dan tujuan berbeda pula. Ada rencana yang sangat pendek, atau miniplan, presentation plan, working plan, dan what-if plan.

Masing-masing rencana tersebut membutuhkan jumlah tenaga kerja yang sangat berbeda dan tidak selalu dengan hasil yang berbeda secara proporsional.

Artinya, rencana yang lebih rumit tidak dijamin lebih unggul daripada yang disingkat. Keberhasilan tergantung pada berbagai faktor dan apakah rencana yang tepat digunakan dalam pengaturan yang tepat.

Misalnya, karyawan baru mungkin tidak ingin membaca versi rencana Anda yang sama dan rumit yang mungkin penting bagi calon investor.

Miniplan

Tipe miniplan lebih disukai karena lebih cepat diterima dengan mengunduhnya dan dapat langsung dibaca melalui handphone ataupun tablet.

Tipe bussiness plan ini sebagian besar berisi bahan yang sama tetapi lebih menceritakan highlight dari versi bussiness plan yang lebih panjang.

Untuk usaha bisnis kecil, tipe business plan ini lebih cocok, sedangkan untuk bisnis yang lebih kompleks kamu mungkin memerlukan versi yang lebih panjang.

Presentation plan

Tipe rencana bisnis ini biasanya disajikan dalam bentuk PowerPoint. Presentation plan harus dibuat agar para pembacanya mudah menangkap isi secara keseuruhan.

Oleh karena itu, membuat tipe bussiness plan ini tidak selalu lebih mudah untuk disajikan. Banyak orang bahkan kurang tidur untuk menyiapkan presentasi yang akan datang, terutama presentasi yang memainkan peran penting dalam masa depan bisnis mereka.

Dalam 15-20 menit waktu presentasi, kamu perlu membahas semua poin kunci dan menceritakan konsep bisnis serta misi perusahaan melalui prakiraan keuangan.

Kalau kamu menggunakan tipe ini, ingatlah untuk menjaga grafik tetap rapi dan membuat komentar improvisasi untuk menonjolkan ide daripada sekadar membaca file apa adanya.

Meskipun presentation plan perlu dibuat ringkas, tetapi itu membutuhkan banyak perencanaan. Pertanyaan terkait siapa, apa, di mana, mengapa, kapan dan bagaimana semua perlu dijawab selama presentasi.

Working plan

Working plan digunakan sebagai alat untuk menjalankan sebuah bisnis. Tipe rencana ini harus panjang pada detail dan pendek pada presentasi.

Seperti halnya miniplan, tipe business plan ini memungkinmu untuk dapat memperoleh tingkat keterbukaan dan informalitas yang agak lebih tinggi.

Dalam business plan biasa, saingan bisnismu mungkin digambarkan sebagai “saingan berdasarkan harga.” Sedangkan dalam working plan, komentarmu tentang pesaing yang sama mungkin “kapan perusahaan  X akan menghentikan pemotongan harga ini?”

Rencana bisnis ini umumnya hanya untuk penggunaan internal perusahaan. Dalam working plan juga tidak perlu menyertakan lampiran poin kunci ataupun foto produk.

What-if plan

Rencana ini perlu dibuat untuk menghadapi keadaan yang tidak biasa, di mana kamu memerlukan varian pada rencana kerja.

Tipe business plan ini biasanya ditulis berdasarkan skenario terburuk yang dapat kamu bayangkan agar bisnis tetap bertahan. Contohnya, kehilangan target pasar, persaingan harga yang ketat, atau pembelotan anggota tim.

Tipe what-if plan sering disebut juga sebagai rencana darurat. Kamu perlu membuat rencana ini untuk dapat menenangkan ketakutan seorang bankir atau investor dengan menunjukkan bahwa kamu telah memikirkan berbagai pertimbangan, tidak hanya sekadar skenario atau prospek bisnismu yang bagus.

Yang membedakan tipe business plan ini dengan yang lain adalah bahwa what-if plan tidak selalu menggambarkan bagaimana kamu akan menjalankan bisnis. Pada dasarnya ini lebih seperti tambahan untuk rencana bisnis kamu yang sebenarnya. (*)

Pos terkait