5 Efek Samping pada Tubuh yang Mungkin Terjadi Setelah Makan Udang

  • Whatsapp
Makanan udang. (FOTO: FREEPIK)

BANTENINSIGHT.CO.ID – Indonesia merupakan salah satu produsen udang terbesar, karenanya udang termasuk kedalam bahan utama makanan dalam menu sehari-hari masyarakat Indonesia.

Udang dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, diantaranya digoreng, dikukus, dibakar, ataupun dijadikan salad. Udang juga dapat diolah sebagai makanan tambahan lain, seperti kerupuk, bakwan, dan terasi.

Bacaan Lainnya

Selain banyak nutrisi dan manfaat yang akan kita dapatkan ketika mengonsumsi udang, ada juga beberapa dampak negatif yang mungkin terjadi pada tubuh.

Melansir eatthis.com, berikut lima dampak mengejutkan yang mungkin terjadi pada tubuh saat kamu makan udang.

1. Kamu akan meningkatkan konsumsi protein

Udang memberikan dosis protein yang cukup tinggi. Dalam 3 ons udang (sekitar 15-16 ekor udang besar), mengandung 19 gram protein, 101 kalori, dan 1,4 gram lemak total. Kandungan protein yang ada di dalam udang juga termasuk rendah lemak sehingga cocok untuk makanan diet.

Kebutuhan protein juga berbeda-beda pada setiap orang, mulai dari 140-200 gram protein yang dibutuhkan setiap harinya. Protein ini berperan penting dalam pertumbuhan dan perbaikan sel serta jaringan tubuh, pengaturan enzim dan hormon, serta menjaga keseimbangan cairan yang tepat.

2. Kamu akan meningkatkan asupan tembaga pada tubuh

Meskipun tidak banyak dibicarakan, tembaga merupakan mineral yang sangat penting bagi tubuh. Tembaga terlibat dalam metabolisme besi dan pembentukan jaringan ikat dan neurotransmiter. Pria dewasa dan wanita dewasa yang tidak hamil/menyusui harus mengonsumsi 900 mikrogram tembaga per hari. Udang mengandung sekitar 300 mikrogram per tiga ons.

Manfaat tembaga yang lebih besar dapat dinikmati melalui menu udang  yang direbus dengan kentang (kentang mengandung sekitar 675 mikrogram tembaga per satu kentang sedang), atau udang dalam hidangan pasta dengan saus berbahan dasar kacang mete (kacang mete mengandung sekitar 630 mikrogram per satu kentang). ons porsi).

3. Kadar kolesterolmu bisa naik

Meskipun rendah lemak, udang termasuk kedalam makanan dengan kandungan kolesterol yang tinggi, yakni dalam tiga ons udang polos mengandung sekitar 140 miligram kolesterol (dan nol gram lemak jenuh).

Asupan kolesterol berlebih akan berdampak pada penyakit jantung dan risiko stroke. Tidak ada rekomendasi asupan yang ditetapkan untuk kolesterol makanan, tetapi sebagian besar ahli gizi menyarankan untuk menjaga asupan kolesterol di bawah 300 miligram sehari.

Jika menyantap udang, setidaknya pertahankan lemak jenuh seminimal mungkin dengan menghindari saus mentega, kelapa, dan tepung roti.

4. Kamu bisa kelebihan natrium

Sebagian besar makanan laut yang tersedia secara komersial, seperti udang, diolah dengan bahan-bahan pengawet yang mengandung natrium, termasuk udang polos yang tidak dilapisi tepung roti atau dibumbui.

Larutan garam (natrium) bertindak untuk menjaga integritas dan kualitas barang, tetapi sebenarnya ini membahayakan nutrisi yang terkandung didalam makanannya, dan apabila dikonsumsi secara berlebihan, natrium justru dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung hingga stroke.

Jadi, pastikan untuk mengecek kadar natrium pada makanan laut yang kamu beli. Makanan rendah natrium biasanya mengandung kurang dari 140 miligram natrium per porsi.

5. Kamu mungkin kekurangan lemak omega-3

Beragam makanan ikan atau makanan yang berasal dari laut sering dianggap mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi, tetapi udang tidak termasuk kedalamnya.

Kandungan lemak omega-3 tertinggi terlihat pada ikan herring, sarden, dan salmon, yang menyediakan antara 1,19 dan 1,83 gram total omega-3 per porsi tiga ons yang dimasak. Sementara udang, hanya menawarkan sekitar 0,24 gram total omega-3 per porsi tiga ons yang dimasak.

Adapun asupan lemak omega-3 ALA (alpha-linolenic acid) yang direkomendasikan adalah 1,6 gram per hari untuk pria dewasa dan 1,1 gram per hari untuk wanita dewasa yang tidak hamil atau menyusui.

Jadi, jika kamu menginginkan manfaat omega-3 pada tubuh, sebaiknya makanlah ikan berlemak yang lebih dari udang, seperti sarden dan salmon. (***)

Pos terkait