51 Tersangka Narkoba Di Tangkap Polisi, Satu Diantaranya Produsen Tembakau Gorila

  • Whatsapp
TERSANGKA: Puluhan tersangka penyalahgunaan narkoba di Polres Serang Kota, Rabu (31/1) (Foto: Fikram/Banteninsight.co.id)

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Satuan Reserse Narkoba Polres Serang Kota Polda Banten menangkap 51 tersangka Narkoba. Satu diantaranya pembuat tembakau gorila rumahan berinisial FGR yang juga merupakan penjual ikan cupang.

Bacaan Lainnya

Pelaku FGR merupakan warga Cimuncang melakukan aksi dengan belajar melalui penjual tembakau Gorila yang ia beli sebelum memproduksi sendiri.

FGR mengakui produksi tembakau gorilla tersebut dilakukannya disalah satu rumah di daerah Sepang, Kota Serang. Akan tetapi ia baru berhasil melakukan produksi satu kali. Kata dia, untuk pembuatan yang kedua ia sudah ditangkap polisi.

“Hanya 200 gram untuk yang pertama,” katanya kepada wartawan saat dijumpai di Halaman Polres Serang Kota, Rabu (31/3).

“Diarahkan secara online (Peracikannya),” katanya.

Kata dia, untuk modal awal menghabiskan dana sekitar Rp7 juta dengan keuntungan mencapai Rp22 juta beserta modal dalam sekali produksi.

Ia juga mengaku penjualan dilakukannya secara online melalui Instagram. Ia juga mengaku tidak mengetahui siapa yang membeli barang tersebut hal itu dikarenakan penjualan dilakukan secara online.

Akan tetapi untuk wilayah peredarannya ia mengatakan melakukan pengiriman barang tersebut dengan cara ditempel yang meliputi wilayah Kota Serang.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Serang Kota Iptu Silton mengatakan FGR menjual tembakau gorila hasil produksinya secara online, melalui media sosial (medsos) di Instagram (IG). Keuntungan yang dia raih mencapai Rp 40 juta.

“Keterangan tersangka, memproduksinya di Sepang. Diedarkan melalui IG secara sendirian. Awalnya beli online, kemudian dijual kembali. Karena keuntungan sedikit, dia produksi sendiri,” kata

FGR ditangkap bersama lima pemakai dan 45 pengedar lainnya dalam tiga bulan terakhir. Dari tangannya, polisi menyita 1 kg tembakau gorila. Sedangkan dari tersangka lainnya, polisi menyita 45 gram sabu, 7 gram ganja hingga 4.900 butir obat keras dan berbahaya.

“Home industri tembakau gorila, pelaku mendapatkan barang secara online dan dijual secara online. Dari seluruh batang bukti, sekitar seribu orang diluar sana bisa kita selamatkan,” terangnya.

Dalam membuat tembakau gorila, FGR diajari secara online oleh seseorang di Sulawesi. Bahan baku pembuatannya juga dipesan dari ‘pelatihnya’ itu.

Tembakau dicampur dengan sejumlah bahan kimia. Kemudian dijemur hingga kering, kemudian dibungkus sesuai permintaan untuk di edarkan. (Fikram)

Pos terkait