Bangun Perpustakaan Mini, Mahasiswa UIN Banten Tingkatkan Minat Baca Pemuda

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Tingkatkan minat baca masyarakat Mahasiswa Universitas Sultan Maulana Hasanudin (UIN) Banten yang tergabung dalam komunitas Kajian Literasi Sejarah Islam (KLSI), membuat perpustakaan mini di wilayah Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten.

Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan minat baca para pemuda yang ada di Kecamatan Walantaka. Selain itu juga, keberadaan perpustakaan ini diharapkan dapat mendekatkan layanan baca kepada masyarakat. Terlebih selama masa pandemi, perpustakaan daerah tidak maksimal dalam melayani pinjaman buku.

Ketua KLSI, Riki Riyadi mengatakan, gagasan pembuatan perpustakaan mini berawal dari keresahan, melihat posisi Indonesia berada pada peringkat dua paling bawah literasi dunia pada awal tahun 2021.

Kondisi itu menggugah komunitas KLSI untuk menghadirkan sarana belajar bagi generasi muda. Sehingga daya tingkat pengetahuannya lebih banyak.

“Kami sadar, bahwa minat baca anak muda Indonesia, khususnya Kota Serang masih rendah. Dengan adanya perpustakaan mini ini, kami berharap dapat membangun literasi kaum milenial, dengan konsep dari level lingkungan untuk Indonesia. Karena meningkatkan pengetahuan generasi muda, sama dengan membangun Indonesia,” katanya saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/9).

Menurutnya, kesadaran kolektif untuk membangun Bangsa harus digalakkan. Sebab jika ditarik secara historis, pengetahuan dan pendidikan menjadi modal dasar Indonesia dapat merdeka.

“Kita sebenarnya miris dengan kondisi anak muda sekarang yang cenderung waktunya disita oleh game. Padahal kita tahu bersama, founding father kita bisa melepaskan Indonesa dari jajahan, berkat intelektualnya,” ungkapnya.

Ia menerangkan, buku yang terkumpul merupakan hasil dari donasi internal anggota KLSI dan kolega di tinggat mahasiswa sekira selama enam bulan. Nantinya, buku ini dapat dinikmati oleh masyarakat Kecamatan Walantaka.

“Buku kami dapatkan hasil dari buka donasi, mulai anggota (KLSI) dan rekan-rekan mahasiswa. Masyarakat yang lain boleh minjam dan boleh mendonasikan buku apa saja,” terangnya.

Sementara itu, Siti Masitoh yang ditunjuk sebagai Kepala Perpustakaan Mini menambahkan, sudah ada puluhan buku yang terkumpul dari berbagai jenis ragam bacaan.

Pihaknya rela sebagian rumahnya dijadikan perpustakaan, demi membangun cakrawala pengetahuan di lingkungan tempat tinggalnya. Terlebih, rumahnya kerap menjadi tempat nongkrong kaula muda. Sehingga refresentatif untuk gerakan sadar baca.

“Ya kalau demi kebaikan, apalagi untuk membangun tempat kelahiran, kita sama-sama berbuat demi membangun wawasan mulai dari meningkatkan daya baca pemuda,” ujarnya. (*/Fikram)

Pos terkait