Banten Lama Belum Diserahkan ke Pemkot, Retribusi Tidak Masuk PAD

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Walikota Serang Syafrudin mempertanyakan kejelasan terkait penyerahan aset Banten Lama ke Pemerintah Kota (Pemkot) Serang yang saat ini masih direvitalisasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Bacaan Lainnya

“Penyerahannya sampai saat ini belum diserahkan ke Pemerintah Kota. Karena itukan aset kota, aset pemerintah kota kok sampai dikuasi oleh Provinsi,” katanya kepada wartawan di Kantor Walikota Serang, Jumat (18/6).

Bahkan saat ini di wilayah Banten Lama sudah ada pihak yang melakukan penarikan retribusi di Banten Lama. Akan tetapi retribusi tersebut tidak masuk kedalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Serang maupun Pemprov Banten.

“Ada yang menarik retribusi segala macam disitu yang ilegal tidak masuk PAD baik Pemerintah Kota mapun Pemerintah Provinsi,” ujarnya.

Alasan kepemilikan Banten Lama menjadi milik Pemkot Serang. Pihaknya melakukan rapat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menuntut Pemprov segera menyerahkan Banten Lama ke Pemkot Serang.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Juheni M Rois mengatakan pihaknya sudah menerima keluhan Walikota Serang terkait pengelolaan retribusi parkir di Banten Lama.

Pihaknya akan melakukan klarifikasi ke Dinas Perkim Provinsi Banten. Kata dia, jika Banten Lama menjadi kewenagan Pemkot Serang maka Pemprov Banten tidak akan ikut campur terkait pengelolaan Banten Lama.

“Kalau itu kewenangan Kota kena Provinsi ikut campur,” katanya.

Kendati demikian ia tidak menampik bahwasanya Banten Lama telah dibangun oleh Pemprov Banten.

Akan tetapi jika pengelolaan Banten Lama menjadi hak Pemkot Serang maka Pemprov Banten segera menyerahkan kewenangan tersebut ke Pemkot Serang.

“Jangan sampai kewenangan kota diambil alih oleh Provinsi, gara-gara itu yang membangun (Banten Lama) provinsi,” ujarnya.

Oleh karena itu pihaknya akan melakukan rapat paripurna dan dilanjutkan dengan rapat internal untuk menindak lanjuti persoalan tersebut. (Fikram)

Pos terkait