BBPOM Serang Temukan Jajanan Rahmadhan Mengandung Formalin dan Boraks

  • Whatsapp
Foto: FIkram/Banteninsight.

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Serang menemukan jajanan ramadhan yang mengandung formalin dan boraks di Serang, Senin (10/5).

Dalam pengawasan BBPOM di Serang untuk pangan jajanan buka puasa tahun 2021 sebanyak 266 sampel yang disampling.

Dari hasil pengawasan tersebut setidaknya ditemukan 27 (10,15%) sampel TMS mengandung bahan berbahaya sebanyak 19 (70,37%) sampel positif mengandung formalin dan 8 (29.63%) sampel positif mengandung boraks.

“Pangan yang mengandung formalin yaitu tahu, teri, agar-agar dan cincau, sedangkan pangan yang mengandung boraks yaitu kerupuk tahu, sotong, dan cincau,” kata Kepala BBPOM di Serang Dra Trikoranti Mustikawati.

Selain itu, pihaknya juga memeriksa 49 sarana distribusi pangan yang dilaksanakan sejak satu minggu sebelum bulan ramadhan hingga minggu ke tiga bulan ramadhan.

Kata dia, hasil pengawasan pihaknya menemukan 33 (67,35 persen) sarana distribusi yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) karena menjual produk pangan rusak, karda luarsa dan pangan ilegal.

“Yang diperiksa terdiri dari gudang distributor/importir dan sarana ritel pangan,” ujarnya.

Lanjutnya, dari hasil pemeriksaan dari 33 sarana distribusi yang TMK ditemukan 144 (1667 pcs) jenis item produk pangan TMS yang terdiri dari 20 item (41 pcs atau 13 persen) pangan kedaluwarsa, 43 item (1495 pcs atau 29 persen) pangan ilegal dan 81 item (131 pcs atau 56 persen) pangan rusak.

“Temuan tersebut diperoleh di sarana ritel dan gudang importir temuan pangan rusak seperti susu kental manis kemasan kaleng. Pangan kedaluwarsa seperti roti tawar & produk bakery susu UHT, kerupuk, dan pangan tanpa izin edar (TIE) seperti pangan kemasan impor seperti kopi bubuk, saus/ bumbu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan Komitmen Badan POM untuk mengawal keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat terus dilakukan meskipun dalam masa darurat pandemi COVID-19 dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan.

“Untuk masyarakat sebelum membei ingat selalu cek Klik, cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek kedaluwarsa,” pungkasnya. (Fikram)

Pos terkait