Benarkah Kopi dapat Mengurangi Risiko Gagal Ginjal Kronis?

  • Whatsapp
Ilustrasi secangkir kopi. (FOTO : FREEPIK)

BANTENINSIGHT.CO.ID —  Bagi sebagian orang, minum kopi menjadi kebiasaan, sehingga banyak yang beranggapan belum lengkap rasanya menjalani hari tanpa minum kopi.

Kopi adalah salah satu minuman yang paling sering dikonsumsi di seluruh dunia dan telah ditemukan memiliki berbagai macam manfaat kesehatan.

Kopi mengandung banyak senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan, antara lain kafein, diterpen, dan asam klorogenat.

Meskipun senyawa lain dalam kopi kurang dipelajari, senyawa seperti asam klorogenat dan trigonelin diketahui dapat mengurangi peradangan umum dan stres oksidatif.

Selain itu, dengan mengkonsumsi kopi juga dapat meningkatkan energi, kewaspadaan, suasana hati, serta fungsi otak.

Namun, kebiasaan minum kopi ini juga dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan ginjal.

Mengutip verywellhealth.com, sebuah survey yang dilakukan di wilayah penghasil kopi di Nikaragua pada 2016 menunjukkan warga setempat lebih jarang terkena penyakit ginjal kronis.

Pengaruh antioksidan dan efek antidiabetik yang terdapat pada kopi disinyalir menjadi penyebab poten penyakit ginjal kronis yang rendah.

Meskipun kaitan antara kebiasaan konsumsi kopi dengan insiden penyakit ginjal kronis yang lebih rendah, hubungan antara kopi dan gagal ginjal akut atau acute kidney injury (AKI) ternyata masih belum terungkap.

Gagal ginjal akut adalah kondisi ketika ginjal kehilangan semua atau sebagian fungsinya secara tiba-tiba.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Kidney International Reports pada Mei 2022, telah menunjukkan bahwa minum dua hingga tiga cangkir kopi sehari dapat mengurangi risiko gagal ginjal akut sebesar 23 persen, tetapi temuan itu tidak boleh dianggap remeh.

Temuan tersebut hanya sekedar indikasi karena para peneliti mencatat bahwa temuan mereka mungkin merupakan hasil dari senyawa bioaktif dalam kopi yang meningkatkan perfusi dan pemanfaatan oksigen di ginjal.

Mengutip perkataan dokter di salah satu rumah sakit di New Delhi, India, dokter Sunil Prakash, yang ditulis kembali oleh indianexpress.com, meskipun kafein meningkatkan aliran ginjal, kafein juga terlibat dalam menyebabkan batu ginjal.

Berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2021, Prakash mengungkapkan jika lebih dari dua cangkir kopi dikonsumsi, maka meningkatkan risiko 1,19 kali lipat penurunan eGFR (estimating Glomerular Filtration Rate) lebih dari 3 ml/menit.

Penurunan eGFR ini berkaitan dengan meningkatnya gangguang fungsi pada ginjal.

Kesimpulan tersebut berkebalikan dengan hasil pada penelitian 2022.

Menurutnya, dengan memperhitungkan faktor diet dan medis dengan benar, mengkonsumsi kopi dalam jumlah sedang mungkin memiliki pengaruh dalam pengurangan potensi gagal ginjal akut.(***)

Pos terkait