Besok Hari Terakhir Penghapusan Denda Pajak di Kabupaten Serang

  • Whatsapp
Foto: Istimewa

Besok Hari Terakhir Penghapusan Denda Pajak di Kabupaten Serang

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Program penghapusan denda masa pajak  bulan Januari hingga Juni 2021 yang diberlakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang akan berakhir besok Kamis (14/7).

Bacaan Lainnya

Penghapusan denda dilakukan karena masih banyak Wajib Pajak (WP) yang menunggak dalam membayar pajak.

Kepala bidang Kabid Perencanaan dan Pengendalian pada Bapenda Kabupaten Serang, Ikhwanussofa, mengatakan bahwa program penghapusan sanksi administratif itu sudah dimulai sejak bulan Februari 2021. Untuk pengajuannya bisa melalui Kepala Bapenda, batas akhir pengajuan pada tanggal 15 Juli.

“Kebijakan sejak sejak Februari yang lalu ditetapkan, selama 5 bulan. Cukup banyak yang mengajukan, dan alhamdulillah sudah diproses dan melakukan pembayaran,” katanya.

Kata dia, meskipun saat ini Bapenda Kabupaten Serang melakukan work from home (WFH) akan tetapi pelayanan masih tetap diberlakukan.

Kendati demikian masih ada beberapa WP yang belum melakukan pembayaran pajak.

“Tapi sebagian besar yang sudah mengajukan, sebagian sudah berproses,” katanya.

Lanjutnya, untuk pengajuan dapat lansung ditujukan kepada Kepala Bapenda Kabupaten Serang yang nantinya akan didisposisikan kepada bidang penetapan dan penagihan yang nantinya akan ditindak lanjuti untuk menentukan besaran pajak yang harus disetorkan.

“Dari peraturan Bupati juga mengakomodir sampai dengan Desember 2021 sebetulnya, tapi itu berjalan hanya untuk masa pajak berjalan saja, kalau yang tanggal 15 Juli ini juga berlaku untuk ketetapan pajak tahun 2020 kebelakang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penetapan dan Penagihan, Warnerry Poetri mengungkapkan bahwa untuk pajak murni pada triwulan seharusnya sudah mencapai 40 persen dari target yang telah ditentukan. Pendapatan pajak daerah secara keseluruhan yaitu Rp442,6 miliar, dengan realisasi saat ini sejumlah Rp183,2 miliar atau lebih dari 40 persen.

“Rincian tertagih, untuk pajak hotel Rp183 miliar, pajak restoran Rp6,06 miliar, pajak hiburan Rp285 juta, pajak reklame Rp1,3 miliar, pajak penerangan jalan Rp81,8 miliar, pajak mineral bukan logam dan batuan Rp3,5 miliar, pajak parkir Rp330 juta, pajak air bawah tanah Rp1,1 miliar, pajak bumi dan bangunan Rp32,3 miliar, dan pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan Rp52,8 miliar,” jelasnya. (Fikram)

Pos terkait