Daftar Kombinasi Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Digunakan

  • Whatsapp
Ilustrasi satu set produk perawatan wajah (FOTO : FREEPIK)

BANTENINSIGHT.CO.ID— Kini, skincare menjadi salah satu kebutuhan primer bagi setiap orang. Hingga banyak brand-brand skincare baru yang keluar di pasaran.

Beragam jenis kandungan dalam produk perawatan wajah yang digunakan, biasanya tergantung dari jenis dan permasalahan yang dialami kulit wajah.

Bacaan Lainnya

Namun, saking banyaknya jenis produk skincare, kita harus berhati-hati dalam mengkombinasikan kandungan yang dipakaididalamnya. Kalau salah, wajah mulus bisa berjerawat parah dalam semalam!

Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui kandungan skincare apa saja yang tidak boleh digunakan secara bersamaan. Berikut rangkumannya!

1. Face Oil – Hyaluronic Acid
Penggunaan Face Oil dengan Hyaluronic Acid perlu diperhatikan dengan baik agar dapat bekerja dengan maksimal.

Disarankan menggunakan skincare yang memiliki tekstur produk paling ringan hingga ke yang paling berat, contoh : Toner – Essence/Serum – Moisturizer – Face Oil.

2. Benzoyl Peroxide – Retinol
Benzoyl peroxide dengan retinol sama-sama bekerja untuk meregenerasi kulit secara cepat. Untuk menyiasatinya, gunakan kedua produk dengan kandungan tersebut di hari yang berbeda.

Contohnya, 1 malam menggunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide dan 3 malam menggunakan produk yang mengandung retinol.

3. AHA – Vitamin C
Vitamin C sebaiknya tidak dipakai bersama dengan AHA/BHA, seperti glycolic, salicylic, dan lactic acid, karena sama-sama bersifat asam.

Selain itu, Alpha Hydroxy Acids (AHA) yang berfungsi untuk mengeksfoliasi kulit, dapat mengubah pH pada vitamin C dan menghilangkan fungsi antioksidan dari vitamin C.

Hal tersebut akan mengganggu keseimbangan pH dan membuat fungsi dari kedua bahan tersebut tidak bekerja sama sekali.

4. Vitamin C – Vitamin B3 (Niacinamide)
Vitamin C dan vitamin B3 (umumnya, niacinamide) berfungsi dengan baik dalam menghilangkan bekas jerawat dan merawat kulit yang luka.

Rantai dari vitamin C dapat dirusak oleh niacinamide. Sehingga, kombinasi keduanya akan membuat kulit kemerahan dan dapat memicu timbulnya breakout.

5. BHA – Benzoyl Peroxide
Beta Hydroxy Acid (BHA) dan benzoyl peroxide sama-sama berfungsi untuk mengeksfoliasi kulit. Gabungan dari keduanya akan membuat kulit mengelupas parah hingga iritasi.

6. Retinol – Salicylic Acid
Retinol adalah turunan dari vitamin A yang berfungsi sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas, dan bekerja secara efektif dalam merangsang pergantian sel-sel kulit serra meningkatkan produksi kolagen.

Sedangkan, salicylic acid adalah kandungan yang mampu meregenerasi kulit dan mengatasi jerawat.

Keduanya merupakan bahan aktif yang apabila digunakan secara bersamaan akan memicu eksfoliasi yang berlebihan sehingga justru akan mengakibatkan kulit rentan terkena radang dan iritasi.

7. Retinol – Vitamin C
Penggunaan retinol dan vitamin C secara bersamaan bisa menimbulkan iritasi, pengelupasan, dan juga kemerahan. Kulit pun akan menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, sehingga besar kemungkinan kulit terbakar dan terjadinya masalah kulit lain yang berkaitan dengan sinar UV.

Disarankan menggunakan retinol saat malam hari dan vitamin C di siang hari.

8. Retinol – Exfoliants
Meskipun retinol bukan merupakan zat eksfoliasi seperti AHA, BHA maupun facial scrub, retinol memiliki peeling agent yang bisa membuat sel kulit cepat beregenerasi.Semakin sering menggunakan produk berbahan retinol, dapat membuat wajah kering.

Campuran retinol dan produk eksfoliasi dapat mengiritasi kulit akibat over-exfoliated atau terkelupas secara berlebihan.

Mengatur waktu pemakaian produk, merupakan solusi apabila ingin tetap menggunakan produk yang mengandung ketiga bahan tersebut. Misalnya, pemakaian produk eksfoliasi pada siang hari dan produk dengan Retinol pada malam hari.

9. Retinol – Benzoyl Peroxide
Retinol dan benzoyl peroxide dikenal ampuh dalam mengatasi jerawat membandel. Kombinasi kedua bahan tersebut beresiko membuat kulit menjadi sangat kering. Sementara itu, kulit yang sangat kering terlihat tidak sehat dan rentan kerutan sehingga membuat wajah nampak lebih tua dari umur sebenarnya.

10. Citric Acid – Bahan Aktif Lain
Citric acid merupakan bahan aktif dengan pelembap tinggi yang berfungsi menghidrasi kulit kering. Biasanya bahan ini ada dalam kandungan produk khusus kulit kering. Gabungan citric acid dan produk berbahan aktif lainnya mampu mengakibatkan iritasi parah pada kulit.

11. Vitamin B3 (Niacinamide) – AHA
Vitamin B3 atau niacinamide berfungsi untuk membantu memperbaiki struktur kulit. Kandungan ini dapat bekerja secara maksimal pada ph kulit yang netral tidak terkontaminasi sama sekali dengan asam.

Sedangkan, AHA memiliki ph yang asam sehingga apabila kedua bahan ini dipakai secara bersamaan hanya akan membuat kondisi kulit menjadi lebih buruk.

12. Glycolic Acid – Salicylic Acid
Glycolic acid dan salicylic acid sama-sama bekerja menghilangkan sel kulit mati. Apabila kedua bahan ini dipakai secara bersamaan akan menyebabkan kulit terkelupas. Sebaiknya kedua kandungan ini dipakai secara terpisah.

13. Oil based – Water based
Pada dasarnya, minyak dan air memang tidak bisa menyatu. Begitu pula dalam hal perawatan wajah, formula skincare pada produk oil based dapat menghalangi produk skincare water based menyerap ke dalam kulit. Sehingga fungsi keduanya tidak akan bekerja secara maksimal.

Nah, demikian beberapa kombinasi skincare yang tidak boleh dipakai secara bersamaan. Pastikan kamu menerapkannya sebelum memilih produk skincare yang akan kamu gunakan, ya! ***

Pos terkait