Di Faletehan, Rano Bercerita Kegigihan Anak-anak Gita Surosowan Bawa Nama Banten

  • Whatsapp
Foto: Istimewa

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno mendatangi Universitas Faletehan Serang untuk memberikan Kartu $ndonesia Pintar bagi 150 Mahasiswa dan bantun untuk pembangunan laboratorium.

Saat berpidato di depan ratusan mahasiswa Universitas Faletehan Serang, Rano yang pernah menjabat sebagai Gubernur Banten, selain menceritakan merancang pembangunan Tol Labuan, Rano juga menceritakan adanya sekelompok pemuda Banten yang gigih membawa nama Provinsi Banten diajang kejuaraan Marching Band. Sekelompok pemuda tersebut tergabung dalam Gita Surosowan Banten.

Bacaan Lainnya

Rano menceritakan dirinya diangkat menjadi pembina Gita Surosowan hingga kekagumannya kepada ratusan anak-anak Banten yang gigih berjuang membawa nama harum Banten hingga kancah Internasional.

Ditengah pidatonya Rano dikejutkan, adanya seorang dosen Universitas Faletehan yang hadir di acara tersebut, merupakan anak binaannya di Gita Surosowan.

Dosen tersebut bernama Djaka Adiwinata, S.E., M.M. dirinya menjadi salah satu anggota Gita Surosowan yang ikut bertanding di piala presiden, kejuaraan di Belanda dan bermain di istana negara dalam peringatan hari kemerdekaan RI.

“Dulu saya di Gita Surosowan pada tahun 2012, bapak menjadi wakil Gubenur saya sempet foto bareng dengan bapak,”ujar Djaka kepada Rano, disambut sorak Sorai oleh ratusan mahasiswa.

Rano mengatakan Gita Surosowan tidak hanya sekedar mendidik anak-anak dalam bermain musik marching band, namun didalamnya ratusan anak-anak tersebut terlatih disiplin, bertanggungjawab, bergotong royong dan berjuang demi nama Banten.

Namun Rano menyayangkan yang kini tidak lagi terdengar nama Gita Surosowan.

“Menurut kamu Gita Surosowan ada gunanya tida, Kenapa tidak dilanjutkan?,”ujar Rano kepada Djaka.

Untuk diketahui, Dalam acara tersebut Rano menyalurkan aspirasi program dari Kemendikbud Ristek Ri, Kartu indonesia Pintar bagi 150 Mahasiswa dan bantun untuk pembangunan Laboratorium sebesar Rp498 juta bagi Universitas Faletahan, dari Rabu (13/7/2022).

Pos terkait