Didominasi Investor Domestik, Saham Bank bjb Naik 4,58 Persen

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb) Yuddy Renaldi mengatakan saham emiten bank bjb mengalami kenaikan 4,58 persen di posisi Rp 1.600/saham.

Bacaan Lainnya

Kata dia, berdasarkan RTI saham bank bjb diperdagangkan di level Rp 1.505-1.610/saham. Setidaknya ada 27,24 juta saham diperdagangkan dengan total nilai Rp 43,06 miliar.

Sementara untuk perdagangan saham didominasi investor domestik yang melakukan aksi jual beli dari saham emiten bank bjb. Aksi jual investor domestik ini tercatat 45,89 persen dengan 25,5 juta saham senilai Rp 39,5 miliar.

“Sedangkan aksi beli investor domestik mencapai angka 32,14 persen dengan 17,5 juta saham senilai Rp 27,7 miliar,” Katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (7/4).

Sementara investor asing terlihat lebih banyak aksi beli dibandingkan aksi jual. Aksi beli investor asing tercatat 17,86 persen untuk 9,7 juta saham senilai Rp 15,4 miliar.

“Sedangkan aksi jual menyentuh angka 4,11 persen, sebanyak 2,3 juta saham senilai Rp 3,5 miliar,” Ujarnya.

Penguatan saham emiten tersebut, terjadi menjelang RUPST Tahun Buku 2020. Dengan hal ini Perseroan akan memutuskan pembagian dividen untuk laba 2020.

“Secara historis, bank bjb merupakan salah satu bank yang membagikan dividen besar dalam beberapa tahun terakhir dengan kisaran 55-60 persen dari laba,” Katanya.

Seperti tahun lalu, bank bjb membagikan dividen senilai Rp 925,04 miliar atau 60 persen dari laba bersih 2019 senilai Rp 1,56 triliun.

Sementara Tahun Buku 2020, penetapan penggunaan sebagian laba bersih Perseroan untuk pembayaran dividen, yakni sebesar Rp 941,97 miliar atau sebesar Rp 95,74 per lembar saham.

Angka tersebut setara dengan 56 persen dari laba bersih yang berhasil dibukukan oleh bank bjb di Tahun Buku 2020, yaitu sebesar Rp 1,7 triliun.

Pencapaian laba bank bjb ini melampaui industri perbankan yang mencatatkan laba terkontraksi 33 persen selama periode 2020 lalu.

Total nilai aset bank bjb pun tumbuh sebesar 14,08 persen year on year (y-o-y) menjadi Rp 140,93 triliun, dibandingkan aset pada 2019 senilai Rp 1,23 triliun.

Pencapaian positif tersebut diraih berkat bisnis model bank yang resilient dan kemampuan adaptasi perusahaan yang agile, sehingga kinerja perseroan senantiasa berada di dalam jalur yang sesuai harapan.

“Tahun 2020 adalah momen yang penuh dengan tantangan di seluruh lini kehidupan. Krisis kesehatan dan ekonomi memberikan tekanan yang sangat besar kepada industri perbankan nasional. Didorong oleh kekompakan dan kesungguhan kinerja seluruh insan perusahaan, bank bjb berhasil melewati ‘tes tahan uji’ ini dengan hasil yang menggembirakan,” Uajanya.

Meski di tengah gejolak pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi global, bank bjb tetap mampu bertumbuh dengan sangat baik dimana industri perbankan nasional mengalami penurunan sebesar -33,08 persen.

Sepanjang 2020, bank bjb berhasil mencatatkan perolehan laba dan kinerja yang positif, ditunjukan lewat perolehan laba bersih yang naik sebesar Rp 126 miliar atau tumbuh sebesar 8,0 persen year on year (y-o-y).

Atas pencapaian ini pertumbuhan bank bjb mampu tumbuh di atas rata-rata industri perbankan nasional maupun pertumbuhan di kelompok Bank Pembangunan Daerah yang pertumbuhannya sebesar 5,64 persen.

Kinerja yang positif tersebut juga mengantarkan bank bjb untuk meraih berbagai penghargaan dari sejumlah lembaga. Sepanjang 2020, tercatat sebanyak 60 penghargaan berhasil diraih bank bjb. Ini merupakan bentuk apresiasi nyata dari kerja keras seluruh insan bank bjb dalam berkontribusi menjadi penggerak dan pendorong laju perekonomian daerah.

Prestasi yang telah diraih diharapkan mampu menjadi pemicu semangat bagi bank bjb untuk menghadirkan layanan terbaik untuk masyarakat Indonesia. (Fikram)

Pos terkait