Dihantam Isu Tsunami, Okupansi Hotel di Anyer Berkurang

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Isu ancaman potensi tsunami setinggi 8 meter yang baru-baru ini mencuat untuk wilayah Banten khususnya Cilegon dan sekitar. Isu tersebut dikabarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat melakukan dialog bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI beberapa waktu lalu.

Isu yang semula bertujuan untuk memberikan sikap waspada. Namun isu tersebut malah membuat  masyarakat resah dan berakibat juga terhadap menurunnya okupansi hotel di sekitar Pantai Anyer hingga Carita.

Ketua Harian PHRI Doddy Fathurahman mengatakan isu tahunan ini sebabkan penurunan okupansi bagi para pengusaha hotel.

“Adanya isu potensi tsunami ini terasa banget diweekend pertama (Desember), sudah 30 persen penurunannnya. Yang biasa tanggal 20 sampai tahun baru itu bookingan okupansi capai 100 persen, kini baru ada 20 persen,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga tidak menyalahkan pemerintah yang mengeluarkan imbauan waspada terhadap potensi tsunami tersebut.

“Tentu pemerintah memang harus melindungi masyarakatnya. Tapi kami berharap pemerintah untuk bisa lebih detail lagi bila memberikan imbauan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia bersama pengusaha hotel lainnya tetap melakukan kegiatan-kegiatan positif guna memberikan kepercayaan kepada para turis, bahwa Anyer aman.

“Upaya kami lebih ke kegiatan-kegiatan positif saja, seperti kemarin di Aston ada kegiatan sepeda di kementerian,” pungkasnya. ***

Pos terkait