Disebut Pesantren Fiktif, Kyai Laporkan Direktur Eksekutif ALIPP

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Tidak terima dinyatakan sebagai pesantren fiktif para Kyai pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Pabuaran dan Kecamatan Padarincang melaporkan Direktur Eksekutif Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada ke Polda Banten, Kamis (10/6).

Pimpinan Ponpes Almuhajirin Kecamatan Padarincang Juher mengatakan pihaknya melaporkan Uday Suhada karena telah menyatakan bahwa 46 Ponpes Salafi di Kecamatan Padarincang dan Kecamatan Pabuaran fiktip.

Bacaan Lainnya

“Kami datang kesini ke Polda Banten atas perkataan Uday Suhada Direktur LSM ALIPP mengatakan bahwa Padarincang dan Pabuaran tercatat 46 Pesantren goib,” katanya kepada wartawan usai membuat laporan di Polda Banten, Kamis (10/6).

Lanjutnya, pihaknya mengaku belum pernah bertemu dengan Uday Suhada bahkan hingga saat ini belum mengetahui siapa dan dimana keberadaan Uday Suhada.

Kata dia, pihaknya hampir tidak bisa meredam amarah para kiyai dan santri untuk mencari Uday Suhada. Akan tetapi ia sebagai Kiyai merangkap sebagai Kamtibmas berusaha meredam amarah dengan cara melapor ke Polda Banten.

“Saya redam mau kesini semua, bahkan mau nyari si Uday. Apa-apaan si Uday ini,” katanya.

Kata dia, merupakan suatu kewajaran jika para kiyai merasa tersinggung dan merasa terhina karena dinyatakan goib keberadaannya oleh Uday Suhada.

Oleh karena itu, ia melaporkan hal tersebut ke Polda Banten untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pertama kami silahturahmi dan mengatakan si Uday itu seperti itu nah sekaligus melaporkan harus bagaimana sesuai tugas kepolisian yang melindungi, mengayomi masyarakat. Harus bagaimana kami ini takut salah langkah,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan kyai Kecamatan Pabuaran Adnan Madarijul Ulum mengatakan setidaknya ada 28 pesantren yang dinyatakan fiktip. Padahal ponpes tersebut dapat dibuktikan keberadaannya.

“Barangkali stafnya (ALIPP) kesitu, barangkali santrinya enggak ada. Salafi itukan begitu, kadang-kadang santrinya pulang nanti datang lagi, nanti nyolati jenazah kan begitu namanya kobong salafi,” ujarnya.

Diketahui Direktur Eksekutif ALIPP Uday Suhada melaporkan ke Kejati Banten (14/5) bahwa ada Ponpes fiktip yang menerima dana hibah Ponpes yang saat ini sedang dalam penanganan Kejati Banten. (Fikram)

Pos terkait