Disinggung Kemenag RI Soal Larangan Operasional Restoran, Ini Penjelasan Satpol PP Kota Serang

  • Whatsapp
TERJARING: Dua orang pria terjaring razia Sapol PP Kota Serang saat sedang makan di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis (15/4).

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang masih menunggu instruksi dari Walikota Serang Syafrudin terkait larangan operasional restoran dan rumah makan selama bulan suci Ramadhan yang mendapat sindiran dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Bacaan Lainnya

Kemenag RI menilai kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang yang melarang restoran dan rumah makan, warung nasi, dan kafe berjualan di siang hari selama Ramadan sangat berlebihan.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kota Serang Tb Hasanudin mengatakan untuk saat ini pihaknya menghentikan sementara penindakan terhadap rumah makan yang beroperasi disiang hari.

“Penindakan-penindakan ditahan dulu dengan adanya teguran dari kementerian agama,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telephone, Jumat (16/4).

Selain itu, pihaknya masih menunggu instruksi lanjutan dari Walikota Serang Syafrudin yang akan disampaikan melalui Kasat Pol PP Kota Serang Kusna Ramdani.

“Saya belum menerima instruksi terbaru,” katanya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Serang Kusna Ramdani mengatakan mengenai penindakan yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Serang sudah ada surat edaran bersama antara Pemkot Serang dengan Kemenag dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Hanya ada pembatasan saja jadi muai bukanya pukul 16:00 WIB menjelang buka puasa,” katanya saat dihubungu banteninsight.co.id, Jumat (16/4) pukul 18:24 WIB.

“Dan ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Kota Serang,” pungkasnya. (Fikram)

Pos terkait