Dugaan Korupsi Pengadaan Masker Dinkes Banten Mencapai Rp1,6 Miliar

  • Whatsapp
Foto: Istimewa

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten diduga melakukan korupsi pengadaan masker NK95 sebanyak 14 ribu dengan kerugiaan negara mencapai Rp1,680 Miliar.

Bacaan Lainnya

Kasi Penkum pada Kejati Banten, Ivan Siahaan mengatakan pihaknya sudah menyerahkan berkas hasil penyelidikan pengadaan masker NK95 pada Dinkes Provinsi Banten tahun anggaran 2020.

“Hasil penyelidikan tim Bidang Intelijen Kejati Banten yang dilimpahkan ke Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Banten untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan,” katanya kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/5).

Pengadaan belasan ribu masker tersebut berasal dari biaya tak terduga (BTT) APBD Pemprov Banten tahun 2020 yang dikelola oleh Dinkes Provinsi Banten. Dugaan sementara kerugian negara mencapai Rp1,680 Miliar.

“Kerugian negara itu diduga mencapai Rp1,680 miliar. Nilai itu masih merupakan dugaan kami,” katanya.

Dugaan korupsi tersebut dikarenakan pihaknya melihat ketidak wajaran harga pada pengadaan masker tersebut.

“Ini kewajaran harganya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Memang sesuai dengan surat pemesanan, namun untuk kewajaran nilainya itu tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh penyedia barang yah,” ujarnya.

Ia juga membenarkan bahwa Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti telah dimintai klarifikasi oleh Kejati Banten terkait pengadaan tersebut.

“Istilahnya itu klarifikasi (bukan dimintai keterangan). Ini kan merupakan sumber dari tim Intelejen Kejati Banten dari berbagai sumber. Yang telah diundang itu dua dari penyedia barang, tiga dari Dinkes,” ujarnya.

Ia juga mengatakan pihknya akan melakukan pemanggian kepada beberapa pihak yang terkait untuk dimintai keterangan. Ia juga mengatakan kasus dugaan korupsi pengadaan masker tersebut. (Fikram)

Pos terkait