Ekuitas Bank Banten Mencapai Rp1,36 Triliun

  • Whatsapp
bank banten
Foto: Ismatullah/Ekbisbanten

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Ekuitas Bank Banten mengalami peningkatan sebesar Rp1,36 Triliun atau 147,77 persen dari tahun 2019 sebesar Rp548,53 Miliar.

Bacaan Lainnya

Dengan adanya peningkatan tersebut rasio Kewajiban Penyedian Modal Minimum (KPMM) perseorangan meningkat menjadi 34,75 persen dari tahun sebelumnya sebesar 9,01 persen.

Peningkatan tersebut disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSTLB) PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten/BEKS).

Rapat yang dilaksanakan pada Kamis (20/5) tersebut dihadiri oleh pemegang saham mewakili 78,278 persen atau sejumlah 34.318.742.906 lembar saham dari seluruh jumlah saham yaitu 43.842.343.952 lembar saham yang dikeluarkan Perseroan.

“Persetujuan yang diberikan oleh otoritas perbankan terkait pencairan Dana Setoran Modal Bank Banten adalah cerminan dukungan dan kepercayaan yang besar dari Pemegang Saham Pengendali. Terakhir yaitu Pemerintah Provinsi Banten terhadap prospek usaha Bank Banten. Karena Bank Banten adalah simbol kemandirian Provinsi Banten. Lokomotif kebangkitan perekonomian Banten.” Ujar Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin.

Meningkatnya ekuitas tersebut dikarenakan adanya lanjutan trasformasi pertumbuhan usaha yang bekelanjutan dan dukungan dari pemegang saham pengendali terakhir, perseroan yang telah melakukan langkah strategis dalam perbaikan struktur keuangan.

Perseroan berhasil mencatatkan milestone penting dengan mendapatkan penguatan permodalan oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui PT Banten Global Development dalam Aksi Korporasi Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI sebesar Rp1,55 triliun.

Selanjutnya, untuk menekan kerugian, Perseroan melanjutkan upaya peningkatan efisiensi terhadap pos-pos biaya. Perseroan juga memperbaiki kualitas aktiva produktif, melalui penjualan Aset yang Diambil Alih (AYDA) dan pengelolaan penyelesaian kredit bermasalah melalui restrukturisasi, penagihan, dan penjualan agunan. (Fikram)

Pos terkait