Enam Buruh Ditetapkan Tersangka, Dua Diantaranya Terancam 5,6 Tahun Penjara

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT. CO. ID – Polda Banten tetapkan enam orang buruh yang menerobos dan menduduki Kantor Gubernur Banten menjadi tersangka.

Bacaan Lainnya

Dua diantaranya OS (28) dan MHF (25) terancam mendapat hukuman selama 5 tahun enam bulan penjaga. Hal itu dikarenakan kedua buruh itu dikenakan Pasal 170 KUHP tentang bersama-sama melakukan pengrusakan terhadap barang. Dengan barang bukti berupa dokumen video baik dan CCTV maupun dari sumber lainnya, anak kunci, engsel besi pintu, topi, hp dan beberapa baju.

Sementara empat orang lagi berinisial AP (46), SH (33), SR (22) dan SWP (22) dikenakan pasal 207 KUHP tentang secara sengaja dimuka umum menghina sesuatu kekuasaan negara dengan duduk di meja kerja Gubemmur, mengangkat kaki di atas meja kerja Gubernur dan tindakan tidak etis lainnya, dengan ancaman pidana 18 bulan penjara, terhadap 4 tersangka tersebut tidak dilakukan penahanan.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga mengatakan tertangkapnya keenam pelaku itu dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Banten berdasarkan dokumentasi yang disampaikan pelapor.

Kata dia, data pelaku diidentifikasi menggunakan alat face recognizer Unit Inafis Ditreskrimum Polda Banten.

“Ditreskrimum Polda Banten bertindak cepat dengan mengidentifikasi pelaku berdasarkan dokumentasi yang disampaikan pelapor, data pelaku diidentifikasi dengan menggunakan alat face recognizer Unit Inafis Ditreskrimum Polda Banten,” ucap Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga saat melakukan presscon di Mapolda Banten, Senin (27/12).

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Banten, Kombes Pol Ade Rahmat Idnal mengatakan dari hasil pemeriksaan enam tersangka itu, empat diantaranya dikenakan pasal 207 KUHP tentang secara sengaja dimuka umum menghina sesuatu kekuasaan negara dengan duduk di meja kerja Gubernur, mengangkat kaki di atas meja kerja Gubernur dan tindakan tidak etis lainnya.

“Dari hasil penyidikan empat tersangka yaitu AP (46), SH (33), SR (22), SWP (20) dikenakan pasal 207 KUHP,” Ujarnya.

Kata dia, lempar tersangka itu terancam 18 bulan kurungan penjara. Akan tetapi keempatnya tidak dilakukan penahanan.

Lanjutnya, untuk dua tersangka OS (28) dan MHF (25) dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengrusakan terhadap barang secara bersama-sama.

“Pengrusakan terhadap barang yang ada di ruang kerja Gubernur Banten, dengan ancaman pidana 5 tahun 6 bulan penjara,” katanya. ***

Pos terkait