Gubernur WH Minta Bank Banten Pangkas Cabang Tidak Produktif

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Gubernur Banten Wahidin Halim meminta manajemen Bank Banten untuk memangkas divisi ataupun cabang yang tidak efektif dan tidak produktif.

Bacaan Lainnya

Ia juga mengatakan dalam pengembangannya, manajemen Bank Banten harus menjaga prinsip kehati-hatian dan tidak ekspansif spekulatif.

“Kalau Bank Banten sudah dipercaya, saya yakin Bupati/Walikota akan menaruh kas daerah (RKUD) di Bank Banten. Saham Bank Banten di pasar juga sudah cukup bagus,” Katanya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk di Hotel Horison Ultima Ratu Jalan Abdul Hadi No.66, Kota Serang, Kamis (20/5).

Ia juga mengatakan dengan potensi yang dimiliki Bank Banten mampu bersaing.

“Bank Banten harus bersaing dan berani berkompetisi. Pasti bisa, kita punya potensi yg luar biasa,” tegasnya.

“Bank Banten bisa mengelola dana hingga Rp15 triliun,” Imbuhnya.

Lanjutnya, perjalanan Bank Banten hingga bisa seperti saat ini (dinyatakan sehat, red) melibatkan seluruh para pemangku kepentingan nasional dan regional.

“Ini memang membutuhkan waktu perjuangan yang panjang sejak 2018. Setelah dinyatakan sehat, saya sangat bersyukur,” ungkapnya.

“Sekarang modalnya ya semangat untuk bangkit,” tambahnya.

Diakui Gubernur, dalam proses penyehatan Bank Banten, pihaknya ke KPK, Kemenko Marinvest, Kepolisian, DPRD Provinsi Banten dan pihak-pihak lainnya untuk melakukan konsultasi.

“Saya senang sekali dengan pemegang saham yang masih bersemangat dan mendukung. Alhamdulillah, sekarang Bank Banten dinyatakan sehat,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirut Bank Banten Agus Syabarrudin mengatakan Bank Banten saat ini sedang melakukan proses transformasi untuk bersaing melalui penguatan modal insani, penguatan sistem informasi, penguatan permodalan dan likuiditas, serta mempersiapkan teknologi informasi dan refocusing usaha.

“Secara prinsip, Bank Banten siap untuk penerimaan RKUD Provinsi Banten dan pengelolaannya,” ungkapnya.

Setelah status BDPK (Bank Dalam Pengawasan Khusus) dicabut oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Bank Banten terus berbenah merubah budaya perusahaan dengan tujuan agar Bank Banten semakin dipercaya oleh masyarakat atau nasabah sebagai tempat menyimpan uangnya.

Kata dia, Bank Banten mencanangkan budaya kerja baru yaitu TRUST yang merupakan singkatan dari Think Different, Reliable, Universe, Sustainable, dan Track.

Bank Banten terus melakukan penguatan dan penyempurnaan untuk menjadi ‘Bank Jawara’, bukan hanya dalam bentuk produk dan layanan namun juga penguatan sumber daya manusia untuk meraih kinerja yang optimal.

“Melalui perubahan budaya perusahaan ini, saya berharap kita bersama-sama bisa menjadikan Bank Banten sebagai ‘Bank Jawara’ yang menjadi pendorong laju perekonomian di Provinsi Banten,” pungkas Agus. (*/Fikram)

Pos terkait