Hantarkan Surat Tuntutan Pencopotan Kapolres Serang, Aliansi Mahasiswa Dihadang Polisi

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Sembilan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam aliasi Hasanuddin Memanggil dihadang puluhan polisi di Perempatan Polda Banten, Senin (27/9) saat hendak menghantarkan surat tuntutan pencopotan Kapolres Serang AKBP Maruli Ahiles Hutapea.

Bacaan Lainnya

Tuntutan pencopotan Kapolres buntut dari penahanan aktivis mahasiswa yang ingin menyambut Presiden Jokowi dengan membentangkan poster yang betulisan ayat suci Al-Quran dan Hadis pekan lalu, Senin (20/9).

Berdasarkan pantauan di lapangan, aparat Kepolisian sudah sejak awal berkumpul di perempatan Polda Banten tersebut. Berbagai satuan mulai dari Satintelkam hingga Satsabhara sudah berjaga di lokasi itu.

Saat rombongan aliansi sudah hampir sampai ke Mapolda Banten pada pukul 13.36 WIB, sebagian dari rombongan dicegat oleh petugas Kepolisian. Berdasarkan dialog yang terjadi, petugas Kepolisian menduga aliansi mahasiswa itu hendak menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Banten.

Kendari perwakilan dari aliansi mahasiswa sudah menjelaskan bahwa mereka hanya ingin mengantarkan surat petisi ke Polda Banten serta menggelar konferensi pers di depan Mapolda, petugas Kepolisian yang berasal dari Polres Serang Kota tetap tidak mengizinkan.

Humas Aliansi Hasanuddin Memanggil, Syahrizal, mengatakan bahwa pihaknya belum sempat sampai ke depan Mapolda Banten untuk menyampaikan surat petisi serta konferensi pers, seperti yang telah direncanakan. Sebab, pihaknya dicegat oleh petugas Kepolisian.

“Kawan-kawan aliansi diadang sebelum mencapai Polda,” ujarnya.

Syahrizal juga menegaskan bahwa dengan adanya kejadian tersebut membuktikan bahwa pihak Kepolisian, khususnya Polres Serang Kota, kini sudah tidak lagi dapat dipercaya. Sebab menurutnya, Kepolisian seharusnya mengayomi, bukan mengebiri.

“Kami menganggap bahwasanya, hari ini pihak kepolisian tidak mengayomi aspirasi mahasiswa sama sekali,” tuturnya.

Pihaknya pun mengaku kecewa dengan adanya pencegatan dan pengadangan yang dilakukan oleh Polres Serang Kota. Ia pun menuntut agar Kapolres Serang Kota meminta maaf atas tindakan yang dinilai telah mencederai nilai-nilai demokrasi.

“Maka, kami dari aliansi Hasanuddin Memanggil tetap menuntut Kapolres Serang Kota untuk meminta maaf kepada aktivis mahasiswa,” tandasnya.

Adapun, organisasi mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Hasanuddin Memanggil adalah Serikat Mahasiswa Gerakan Indonesia (SMGI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO), Gerakan Mahasiswa Kabupaten Tangerang (Gemataka), Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT), Mahasiswa Pinggiran (Maping), Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala), Himpunan Mahasiswa Peduli Banten (HMPPB), Federasi Mahasiswa Islam (FMI), Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas). (Fikram)

Pos terkait