IDRI Banten Nilai Sikap APTISI Seperti Anak Kecil

  • Whatsapp
Foto: Istimewa

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) Banten menilai sikap Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Banten seperti anak kecil. Hal itu dikarenkan APTISI menolak kehadirian Universitas Pamulang (Unpam) di Kota Serang karena menawarkan biaya kuliah Rp150 ribbu perbulan tanpa ada biaya lainnya.

Bacaan Lainnya

Ketua IDRI Banten Ahmad Rozi mengatakan meminta kepada Pengelola Perguruan Tinggi Swasta yang tergabung di APTISI Banten untuk tidak bersikap reaktif dan kekanak-kanakan dalam menyikapi kehadiran Universitas Sutomo (Unpam Group) di Kota Serang.

“APTISI harusnya bersikap lebih dewasa dan obyektif dalam menerima perbedaan strategi dan kebijakan penetapan biaya kuliah yang ditempuh Unpam,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (18/3).

Ia juga mengatakan pihaknya mendukung langkah Unpam karena telah memberikan akses kuliah dengan biaya murah.

“Penetapan biaya kuliah murah yang dilakukan Unpam merupakan Keberpihakan terhadap peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia di Banten, khususnya di Kota Serang,” ujarnya.

Menurutnya biaya pendidikan murah merupakan suatu hal yang harus diperjuangkan dan diapresiasi oleh seluruh stakeholder. Hal itu dikarenakan pendidkan dengan biaya murah dapat meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang dicanangkan oleh pemerintah daerah.

“IDRI Banten berpandangan, apa yang dilakukan oleh Manajemen Unpam sudah sejalan dengan sistem pendidikan nasional yang berlaku saat ini, yaitu  menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan,” katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan agar Walikota Serang Syafrudin bersikap netral serta tidak memihak kepada kelompok yang memiliki kepentingan tersendiri.

“Kepada Wali Kota Serang untuk bersikap netral dan tidak memihak kepada kelompok yang merasa terancam dengan kehadiran Unpam di Kota Serang. Dan Wali Kota harus mampu mengayomi dan menjadi penengah yang adil dan obyektif dalam menerima aspirasi masyarakat,” pungkasnya. (Fikram)

Pos terkait