Kantor Gubernur Terobos Buruh, Gubernur Banten Dinilai Gagal Bangun Komunikasi

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) menilai aksi buruh yang menjebol dan menduduki Kantor Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang merupakan bentuk kegagalan Wahidin Halim dan timnya membangun komunikasi yang baik.

Bacaan Lainnya

“Saya menilai ini kegagalan Gubernur Banten dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, mestinya harus melakukan pendeteksian lebih luas dan dalam arah gerakan buruh yang berjilid-jilid ini,” Ketua Umum HMB Fahri melalui keterangan tertulis, Jumat (24/12).

Kata dia, kejadian pendudukan kantor Gubernur yang dilakukan massa aksi baru pertama kali terjadi.

“Ini kejadian pertama kantor gubernur sampai diduduki, dan saya yakin jika gubernur reaktif dalam kasus ini malah akan menambah kegaduhan,” tuturnya.

Menurut Fahri, Wahidin Halim harus banyak belajar kepada Pak Anis Baswedan ketika menghadapi aksi unjuk rasa buruh.

“Saya rasa Gubernur Banten harus banyak belajar kepada Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan. Dulu pernah terjadi aksi unjuk rasa buruh di DKI Jakarta, tapi Pak Anis Baswedan mampu mengendalikan massa aksi dengan dirinya turun masuk ke barisan massa aksi dan berdialog dengan para buruh, bahkan sampai duduk bersila di aspal,” kata Fahri

Selain itu, Fahri juga mengatakan aksi tersebut dapat terjadi dikarenakan Wahidin Halim tidak melakukan koordinasi yang baik dan inten dengan aparat kepolisian.

“Pak Wahidin Halim saya rasa tidak melakukan koordinasi yang baik dan inten dengan aparat kepolisian, saya melihat aksi unjuk rasa buruh di Banten ini kan aksi lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya, aksi berjilid-jilid, seharusnya Pak Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten bisa mengapresiasi kinerja aparat Kepolisian dalam mengamankan aksi unjuk rasa. Saya sepakat siapapun yang melanggar hukum harus ditindak tegas. Tapi tim ahli Gubernur jangan juga cuma bisanya marah dan mengutuk aksi buruh, seharusnya bukan mengutuk tapi bagaimana membuat formulasi agar aksi apapun harus berujung damai dan simpatik,” kata Fahri

Kata dia, seharusnya Wahidin Halim sebagai kepala daerah tidak perlu bersikap arogan menghadapi persoalan tersebut dan melakukan pendekatan persuasif serta membangun komunikasi yang baik.

“Rakyat itu cermin pemimpinnya. Jadi saran saya Gubernur Banten tidak usah bersikap arogan menghadapi persoalan ini, harus menggunakan pendekatan persuasif dan bangun komunikasi yang baik,” tutup Fahri. ***

Pos terkait