Kejati Banten Geledah Gudang Masjid Al Bantani, Terkait Korupsi Dana Hibah Ponpes

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten melakukan pengeledahan Gudang Masjid Al Bantani di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi (KP3B), Senin (19/4). Pengeledahan tersebut merupakan tindak lanjut terhadap dugaan kasus korupsi dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) sebesar Rp117 Miiar tahun 2020.

Bacaan Lainnya

Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Banten tiba di Kantor Biro Lesra Gedung terpadu SKPD. Akan tetapi Ketika dilokasi Tim Pidsus tidak mendapatkan berkas yang dibutuhkan.

Tidak mendapi hasil di di Kantor Biro Lesra Gedung terpadu SKPD Tim Pidsus Kejati Banten langsung menuju ke Gudang penyimpanan berkas Masjid Al Bantani di Sketariat  LPTQ Banten. Setelah itu baru kemudian Tim Kejadi Banten mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan.

Selanjutnya, tim Pidsus Kejati Banten berhasi mengumpulkan ribuan berkas hanya dalam kurun waktu beberapa menit saja yang diangkut menggunakan dua kendaraan roda empat.

Sementara beberapa tim yang lainnya masih melakukan pengeledahan dilokasi. Dalam pengeledahan tersebut total empat kendaraan yang dibutuhkan untuk mengangkut berkas. Selanjutnya, tim Pidsus Kejati Banten kembali mendatangi kantor kesra untuk mengambil berkaslainnya.

Koordinator Pidsus Kejati Banten Febrianda mengatakan penyidik melakukan terhadap dokumen yang berhubungan dengan dana hibah Ponpes tahun 2020 yang mencapai Rp117 Miliar yang mana Kamis (15/4) lalu Kejati Banten berhasil menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan Korupsi tersebut.

“Berawal dari kasus hibah Ponpes tahun 2020. Penggeledahan ini dilakukan agar dapat bukti-bukti, untuk pengembangan kasus,” katanya kepada wartawan.

Lanjutnya, dalam penggeledahan tersebut pihaknya menyita beberapa dokumen dengan jumlah yang cukup banyak. Kata dia, bahkan ada beberapa dokumen yang belum diangkut. Oleh karena itu pihaknya melakukan penyegelan dilokasi.

“Terutama proposal dan LPJ, serta dokumen-dokumen lainnya yang terkait. Banyak banget, belum sempat kita bawa semua, kita ambil beberapa sampel, tempatnya kita segel,” katanya.

Ia juga mengatakan pihaknya berencana akan melakukan pengeledahan ditempat lainnya. Selain dari Gudang masjid tersebut.

“Setelah ini kemungkinan kita akan ke DPPKAD (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) mencari dokumen pencairan,” pungkasnya. (Fikram)

Pos terkait