Kejati Banten Lirik Temuan BPK Terkait Proyek Pembangunan RSUD dan Banten Internasional Stadion

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten melirik temuan Badan Pemeriksanaan Perwakilan Provinsi Banten adanya kelebihan bayar sebesar Rp5 Miliar pada proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten dan proyek Banten Internasional Stadion (BIS).

Bacaan Lainnya

Jika dalam kurun waktu 60 hari BPK Banten tidak melakukan tindak lanjut terhadap temuan kelebihan bayar dua proyek besar itu. Kejati Banten akan melakukan pencarian unsur niat jahat atau mental elements of crime.

“Kami akan telusuri, kami akan cari niat jahatnya untuk mencari itu pristiwa kejahatan atau bukan,” kata KaKejati Banten Reda Manthovani kepada wartawan di Aula Kejaksaan Tinggi Banten, Selasa (11/1).

Kata Reda, pihaknya belum mengamil tindakan terhadap temuan BPK Banten itu, dikarenakan pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari BPK Banten selama 60 hari.

“Jadi yang menemukan itu BPK itu ada prosedurnya, diselesaikan dulu selama 60 hari oleh BPK itu,” ujarnya.

“Nah ini bagaimana apakah memang ganti rugi,” imbuhnya.

Kata Reda, setelah 60 hari baru kemudian pihaknya melakukan Tindakan. Akan tetapi pihaknya harus mencari niat jaat dari temuan tersebut.

“Apakah memang ini kelebihan pembayaran itu ada pemalsuannya disitu, ada pemalsuan, invoicenya dipalsukan. Ada keuntungan yang dibagi kepada oknum,” katanya.

“Jadi tidak serta merta ada kelebihan pembayaran ada pidana gitu karena ini audit BPK,” imbuhnya.

Lanjutnya, jika dari temuan itu ditemukan mental elements of crime seperti pemalsuan tagihan atau adanya mark up, serta hasilnya adanya pembagian. Maka dapat dimasukkan kedalam tindak pidana.

“Ada yang dipalsukan misalnya, ternyata tagihan-tagihan itu ada yang mark up dan hasilnya itu dibagi kemana kita bisa temukan itu masuk tindak pidana,” ujarnya.***

Pos terkait