Kejati Banten Mengorek Informasi dari 4026 Penerima Dana Hibah Ponpes Rp117 Miliar

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten mengorek informasi terhadap 150 penerima dana hibah Pondok Pesatren (Ponpes) dari total 4026 penerima. Pemanggilan tersebut bertujuan untuk mengumpulkan alat bukti terhadap kasus korupsi dan hibah Ponpes sebesar Rp117 miliar.

Bacaan Lainnya

Kepala Kejati Banten Asep Mulyana mengatakan pemanggilan tersebut untuk meminta klarifikasi terhadap beberpa orang yang menerima bantuan tersebut.

“Jadi memang ada pemotongan-pemotongan dilapangan. Seharusnya didapatkan oleh pihak penerima, tadi itu yang kami dapatkan,” katanya kepada wartawan di Kantor Kejati Banten, Kamis (22/4).

Lanjutnya, pihaknya juga mendapatkan informasi dan data yang terkait proses verifikasi yang tidak sempurna.  

“Banyak kejanggalan-kejanggalan yang kita lihat,” ujarnya.

Oleh karena itu pihaknya akan berhati-hati dalam melakukan penelusuran. Hal itu dikarenakan pihaknya harus mengorek infoemasi dari 4026 penerima dan hibah tersebut.

“Kami harus komprehensif nanti melakukan pengumpulan alat bukti,” katanya.

“Sehingga pada saat persidangan dapat kami buktikan sesuai dengan fakta dan alat bukti yang ada,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk saat ini pihaknya belum dapat menetapkan jumlah tersangka atau keterlibatan Kesra maupun Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kemungkinan nanti (ada). Tentu nanti hasil penyelidikan. Sekalli lagi kami tidak mau berandai-andai dan menduga-duga,” ujarnya.

Lanjutnya, dalam melakukan penelusuran pihaknya akan menyesuaikan dengan waktu  dan tahapannya serta ketersediaan personil Kejati Banten.

“Kami akan berkerja secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek profesionalitas dan ketentuan prosedur yang berlaku dan prokes juga tentunya. Karena ini agak sulit juga prokes ini,” ujarnya. (Fikram)

Pos terkait