Konsisten Setor Deviden, Modal Jamkrida Tak Kunjung Ditambah

  • Whatsapp
dirut Jamkrida Banten
Direktur Utama Jamkrida Banten Hendra Indra Rachman saat diskusi Pokja Wartawan Ekbispar Banten di Hotel Nunia Serang, Jumat (15/10).

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – PT Jamkrida Banten sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang konsisten menyetorkan deviden ke Pemprov Banten setiap tahunnya. Akan tetapi hingga saat ini Jamkrida Banten tidak kunjung mendapatkan penambahan modal Pemprov Banten.

Tidak adanya penambahan modal itu mengakibatkan Jamkrida Banten tidak dapat melakukan ekspansi keluar Provinsi Banten.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama Jamkrida Banten Hendra Indra Rachman mengatakan pihaknya sedang dalam proses penambahan modal. Hanya saja pihaknya harus bersabar karena mekanisme penambahan modal tidak hanya ditentukan oleh pemegang saham melainkan harus terbitnya Perda penambahan modal untuk Jamkrida Banten.

“Harus di buat dulu Perdanya, Berproses disana dulu jadi kami memang harus melalui tahapan-tahapan. Ya kami harus bersabar,” katanya saat ditemui usai menghadiri forum diskusi Pokja Wartawan Ekbispar Banten di Hotel Nunia Serang, Jumat (15/10).

Perusahaan yang pernah dinobatkan sebagai BUMD terbaik dalam ajang bergengsi TOP BUMD Awards 2020 oleh majalah Top Business itu, harus memiliki modal Rp100 miliar agar dapat menjadi perusahaan yang memiliki wilayah operasional secara nasional.

“Memang harus punya modal diangka Rp100 miliar baru bisa,” katanya.

Kendati demikian Jamkrida Banten sudah melakukan ekspansi keluar Provinsi Banten. Hal itu dapat dilakukan Jamkrida Banten dengan cara melakukan Kerjasama dengan Lembaga penjaminan diwilayah yang dituju.

Sementara itu, Biro Administrasi Pembangunan dan Ekonomi Provinsi Banten Ahmad Syaukani mengatakan Jamkrida Banten dipastikan tidak akan mendapatkan tambahan modal ditahun 2022. Akan tetapi kemungkinan penambahan modal untuk Jamkrida Banten dapat dilakukan tahun 2023.

“Tahun 2022 APBD sudah tidak ada penyertaan modal (Untuk Jamkrida), mungkin tahun 2023,” katanya saat ditemui usai menhadiri forum diskusi Pokja Wartawan Ekbispar Banten di Hotel Nunia Serang, Jumat (15/10).

Ia mengakui modal Jamkrida Banten saat ini hanya Rp50 miliar. Kata dia, dengan modal Rp50 miliar itu Jamkrida Banten hanya dapat beroprasi di wilayah Provinsi Banten. Padahal Jamkrida Banten memiliki potensi yang besar.

“Kalau mudal Rp100 miliar bisa, baru bisa beroprasi diluar Provinsi Banten,” katanya. (Fikram)

Pos terkait