Kumala Tagih Lima Janji Politik WH-Andika

  • Whatsapp
AKSI: Puluhan mahasiswa usai melakukan aksi di Perempatan Ciceri, Kota Serang, Kamis (8/4). (Foto: Fikram/Banteninsight.co.id)

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) melakukan aksi di Perempatan Ciceri, Kota Serang, Kamis (8/4). Dalam aksi tersebut Kumala menyuarakan raport merah empat tahun kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakilnya Andika Hazrumi (WH-Andika) yang dinilai gagal meminpin Provinsi Banten dan gagl melaksanakan Lima janji politik WH-Andika.

Bacaan Lainnya

Kelima janji politik tersebut yakni menciptakan tatakelola pemerintahan yang baik (Good Gavernance), Membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur, meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan yang berkualitas, meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan Kesehatan berkualitas dan meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

“Tingkat kemiskinan di Provinsi Banten selalu menjadi urutan kedelapan dan pengangguran selalu menjadi urutan nomer satu di Provinsi Banten sudah tiga tahun berturut-turut (Menduduki peringkat pengangguran),” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Fauzi kepada wartawan disela-sela aksi, Kamis (8/4).

Mereka juga menginginkan dilengkapinya saran dan prasarana pasca banjir di Kabupaten Lebak salah satunya perbaikan jembatan yang pernah dijanjikan Gubernur Banten akan melakukan pembangunan jembatan diawal tahun 2021.

“Waktu itu Wahidin Halim menjanjikan akan melakukan pembangunan jembatan di Kampung Lebak Gedong. Akan tetapi saat ini April belum ada realisasinya,” ujarnya.

Katanya, Gubernur Banten juga pernah menjanjikan pelayanan Kesehatan bagi masyarakat Banten hanya dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Akan tetapi nyatanya janji tersebut tidak ditepati oleh Gubernur Banten. Kata dia, dalam pelayanan Kesehatan masyarakat masih ada perbedaan antar simiskin dan sikaya.

“Kalau orang kaya itu selalu dimudahkan. Kadang-kadang orang miskin selalu dikesampingkan. Artinya belum ada pemerataan pelayanan kesehatan,” katanya.

Lanjutnya, dengan demikian selama empat tahun kepemimpinan WH-Andika dinilai buruk yang menjadi catatan merah dari Kumala untuk WH-andika.

“Kami sangat menilai omong kosong, Hanya omong doang,” katanya.

Kata dia, aksi serupa juga pernah dilakukan oleh pihaknya bukan hanya sekali atau dua kali aksi.

Akan tetapi tidak pernah ada respon baik dari pemerintah bahkan dalam menajalankan aksi pihaknya pernah dibubarkan paksa dari apparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian dengan alasan pandemi Covid-19.

Menurutnya, jika alasan pembubaran dikarenakan pandemi Covid-19 maka kerumunan di Pasar, Mall dan Stadion tidak pernah dibubarkan.

Akan tetapi Ketika mahasiswa mau menyuarakan aspirasi masyarakat selalu dibenturkan dengan alasan pandemi Covid-19.

“Kami selalu dibenturkan dengan Corona kami minta kejelasan tentang Covid ini,” katanya. (Fikram)

Pos terkait