Kunjungan Sehari Jaksa Agung Ingatkan Etika Medsos dan Pola Hidup Sederhana

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Jaksa Agung RI Burhanuddin melakukan kunjungan kerja sehari di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Banten dengan didampingi oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Reda Manthovani, Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Asisten Umum Jaksa Agung Kuntadi, dan Asisten Khusus Jaksa Agung Hendro Dewanto.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan kerjanya di wilayah Kejaksaan Tinggi Banten, Senin (26/12). Jaksa Agung terlebih dahulu mengunjungi Kejaksaan Negeri Pandeglang serta Kejaksaan Negeri Serang.

Jaksa Agung RI Burhanuddin menyampaikan terkait etika media sosial (medsos) dan pola hidup sederhana, Jaksa Agung kembali menyampaikan bahwa pihaknya adalah abdi negara, abdi masyarakat.

Kata dia, dalam pelaksanaan tugas yang penuh etika dan sopan santun, justru akan membuat masyarakat segan dan menghargai. Selain itu ia juga mengingatkan di atas ilmu ada adab yang harus diperhatikan, khususnya dalam menggunakan media sosial.

“Sedangkan media sosial merupakan sarana yang paling mudah untuk mencari informasi diri kita maupun kehidupan pribadi kita, sehingga rentan dimanfaatkan oleh pihak yang berseberangan untuk mem-framing atau membuat opini miring tentang diri pribadi, maupun institusi kita,” ujar Jaksa Agung.

Oleh karenanya Jaksa Agung tekankan seluruh pegawai wajib memperhatikan etika, adab, dan sopan santun dalam menggunakan media sosial sebagaimana saya tuangkan dalam Surat Nomor: R-41/A/SUJA/09/2021.

Pastikan setiap unggahan tidak mengandung hal-hal yang bersifat SARA, radikalisme, kebohongan, berita palsu, menyerang pribadi orang lain, atau bertentangan dengan kebijakan institusi dan pemerintah.

“Saya ingatkan juga untuk tidak memamerkan kemewahan atau gaya hidup hedonisme dalam kehidupan sehari-hari dan di media sosial. Kita sebagai abdi negara sepatutnya menjadi role model, menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” ujar Jaksa Agung.

Terkait Loyalitas dan Soliditas, Jaksa Agung menegaskan pentingnya loyalitas dalam diri saudara, yaitu spirit untuk tetap menjaga kesetiaan yang positif kepada institusi, dengan prinsip dasar bahwa loyalitas tertinggi harus didedikasikan pada hal-hal yang diyakini sebagai kebenaran.

Loyalitas setiap insan Adhyaksa sangat berpengaruh dalam mewujudkan visi dan misi institusi, karena jika loyalitas tertanam kuat dalam diri setiap insan, maka terjadi satu kesatuan sikap positif di dalam institusi.

“Sehingga apabila suatu organisasi telah melenceng dari garis yang ditetapkan, maka besar kemungkinan loyalitas para anggotanya telah terkikis. Karena sejatinya tidak akan mungkin pegawai yang mencintai institusi akan membiarkan roda organisasi bergerak ke arah yang berlawanan,” ujar Jaksa Agung.

Begitu juga dengan pentingnya sikap soliditas. Jaksa Agung mengajak seluruh jajaran bersama-sama merapatkan barisan untuk menjawab tantangan ke depan yang semakin berat, karena soliditas merupakan modal penting bagi kita dalam melangkah, agar tercipta kesamaan arah dan tujuan yang akan dicapai.

“Saya yakin ketika kita berangkulan bahu-membahu, tidak ada yang tidak mungkin untuk kita raih. Dan kehadiran Kejaksaan sebagai wajah penegakan hukum yang bulat akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Jaksa Agung.

Pelaksanaan kunjungan kerja dilakukan dengan menerapkan secara ketat protokol kesehatan, dan sebelumnya telah dilakukan swab antigen serta memperhatikan 3 M. ***

Pos terkait