Lahan Pertanian Digerus, Walikota Serang Minta Setahun Tiga Kali Panen

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Lahan pertanian di Kota Serang terus digerus karena adanya pengembang perumahan kawasan industri.

Bacaan Lainnya

Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana menjadikan dua kawasan pertanian di Kota Serang tepatnya di Kecamatan Walantaka dan Kasemen menjadi wilayah industri seluas 1.053 Hektare.

Perencanaan itu, tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Serang Tahun 2020-2040.

Kendati demikian Walikota Serang Syafrudin meminta para petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tani.

Kata Syafrudin sepertiga lahan di Kota Serang merupakan lahan pertanian. Akan tetapi lahan pertanian itu semakin mengalami pengurangan dikarenakan banyaknya kawasan perumahan.

“Dengan perkembangan saat ini yang sangat luar biasa, lahan-lahan pertanian tergerus oleh perumahan-perumahan,” katanya kepada wartawan usai Melantik dan Mengukuhkan pengurus KTNA Kota Serang Masa Bakti 2021-2026 di salah satu rumah makan di Kota Serang, Rabu (22/12).

Ia meminta KTNA untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian di Kota Serang. Kata dia, setidaknya dalam kurun waktu satu tahun petani dapat melakukan panen hingga tiga kali yang biasanya panen satu kali setahun.

“Atau mungkin ada tanaman penunjang itu yang saya harapkan, sehingga kesejahteraan masyarakat Kota Serang juga terjamin,” ujarnya.

Ia juga mengatakan hasil pertanian di Kota Serang tidak dijual keluar daerah. Akan tetapi hasil pertanian tetap dijual di Kota Serang. Dengan demikian hasil pertanian di Kota Serang dapat dinikmati oleh warga Kota Serang.

“Kelemahan kita para pembeli beras ini banyak yang dari luar, makanya petani agar tidak menjual kepada orang luar tapi kepada masyarakat Kota Serang saja.,” terangnya.

Sementara itu, Ketua KTNA Kota Serang Adhari mengatakan bahwa tugas KTNA mendampingi petani dalam segala kesulitan. Hal itu dikarenakan prinsip dasar KTNA yakni sebagai penyuluh swadaya.

“Kehadirkan kami yang sudah mendapatkan pelatihan dapat membantu para penyuluh di lapangan, itu program kerja kami ke depan,” katanya.

Ia mengatakan penjualan gabah keluar daerah dikarenakan alat penggilingan padi tidak sebagus daerah lain dan adanya keterbatasan permodalan.

Sementara, hasil produksi pertanian di Kota Serang mencapai kisaran 5-8 ton perhektar sekali panen, namun target tersebut juga bisa tercapai jika syarat kebutuhan tanaman dapat terpenuhi. ***

Pos terkait