Lima Ketentuan Ramadhan di Kota Serang, Sholat Tarawih Dibolehkan, Mudik Dilarang

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengeluarkan lima ketentuan selama bulan suci ramadhan di Kota Serang.

Dalam  ketentuan tersebut Pemkot Serang membolehkan adanya sholat tarawih, melarang mudik, penutupan tempat hiburan, penutupan restoran, melarang jual beli petasan.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan  mewajibkan umat islam untuk menjalankan peribadahan wajib dan meningkatkan amaliah berupa takaruf kepada iktikaf termasuk menjalankan sholat terawih dan sholat idul fitri tahun 1442 hijriah.

“Jadi perinsipnya menyesuaikan edaran yang empat edaran (Surat edaran dari pemerintah pusat) kita Kota Serang diperbolehkan melaksanakan ibadah teraweh,” katanya kepada wartawan di Kantor Walikota Serang, Senin (12/4).

“kemudian juga termasuk tadarus, termasuk perayaan idul fitri,” imbuhnya.

Lanjutnya, Pemkot Serang akan melakukan penutupan tempat hiburan, kafe, Karoeke, Biliard dan sejenisnya. Penutupan dilakukan selama bulan ramadhan untuk mencegah timbulnya keresahan masyarakat.

“Jadi hiburan, kafe, karoke, billiard ini Satpol PP yang akan menutup,” katanya.

Pemkot Serang juga melarang adanya produksi, memperdagangkan, membakar mercon atau petasan dan sejenisnya yang dianggap membahayakan.

Lanjutnya, Pemilik restoran, rumah makan, warung nasi dan sejenisnya dilarang berjualan sejak pukul 04:30 hingga 16:00 WIB.

“Jadi dari setengah lima sampai jam empat itu dilarang buka kalau ada yang buka tolong laporkan kekami,” ujarnya.

Lanjutnya, masyarakat dilarang melakukan mudik selama bulan ramadhan dan idul fitri baik dari Kota Serang ataupun dari Kota lain.

“Jadi bagi warga ini ada himbauannya kemudian bagi ASN juga ada himbauan dari pemerintah kota,” katanya.

Kata dia, Kelima ketentuan tersebut berdasarkan surat edaran dari pemerintah pusat yakni.

Surat edaran menteri no 3 tahun 2021 tentang panduan ibadah ramadhan dan idul fitri tahun 1442 hijiriah atau tahun 2021.

Keputusan Presiden no 12 tahun 2020 tentang bencana non alam bencana penyebaran virus corona 19 atau covid-19 sebagai bencana nasional.

Kemudian surat edaran menteri agama Republik Indonesia no 3 tahun 2021 tetang panduan ibadah rahmadhan dan idul fitri.

Surat edaran dewan masjid Indonesia nomor 041/SEN/PP/BMI/A/III/2021 tanggal 24 maret 2021 tentang maklumat penyelenggaraan ibadah rahmadhan tahun 1442 hijriah.

Surat edaran Satgas penangan Covid-19 nomor 13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik pada bulan bulan rahmadhan dan idul fitri tahun 1442 hijiriah. (Fikram)

Pos terkait