Mansyur Barmawi Bersama Masjid Nurul Iman Griya Serdang Indah Gelar Acara Gowes dan Hiking Tadabur Alam di Gunung Pinang

  • Whatsapp
Rombongan peserta hiking dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD kabupaten Serang, Fraksi PKS, Mansyur Barmawi. (FOTO: ISTIMEWA).

SERDANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1444 H, Masjid Nurul Iman Griya Serdang Indah mengadakan berbagai kegiatan diantaranya Gowes dan Hiking Tadabur Alam yang diikuti tidak kurang dari 200 peserta.

Rombongan peserta hiking dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD kabupaten Serang, Fraksi PKS, Mansyur Barmawi terlihat begitu antusias menyusuri jalan setapak diantara bekas-bekas galian lubang yang ditinggal begitu saja oleh para pemegang izin galian C.

Bacaan Lainnya

Menurut ketua DKM Masjid Nurul Iman, Parjiman, kegiatan Gowes dan Hiking menyambut 1 Muharram 1444 H ini memang sengaja dibuat dalam bentuk tadabur alam.

“Agar masyarakat disekitar kaki Gunung Pinang khususnya di Griya Serdang Indah dapat melihat secara langsung dampak kerusakan yg terjadi akibat penggalian yang berlangsung terus-menerus selama bertahun tahun,” ujar Parjiman melalui keterangan tertulis pada Sabtu (30/7/2022).

Acara yang dikemas dalam tema ‘Peduli pada Alam dan Sesama’ ini, juga meyelenggarakan bakti sosial (baksos) berupa cek kesehatan secara gratis.

Diakhir acara, para peserta menyampaikan rasa keprihatinan terhadap eksploitasi Gunung Pinang dengan membubuhkan tandatangan di atas spanduk.

Foto bersama peserta Hiking Tadabur Alam di Gunung Pinang, yang diadakan oleh Masjid Nurul Iman Griya Serdang Indah dan dipimpin oleh Mansyur Barmawi. (FOTO: ISTIMEWA).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, menjadi yang pertama dalam membubuhkan tandatangan keprihatinan, diikuti oleh para pengurus FOKUM DKM dan seluruh peserta yang hadir.

Dalam sambutannya, Mansyur Barmawi menyampaikan, pihaknya selaku pengawas jalannya pemerintahan selalu mengingatkan eksekutif terkait eksploitasi gunung pinang.

“Kita sudah saksikan bersama, begitu masifnya kerusakan alam di Gunung Pinang, lubang galian ditinggal begitu saja oleh para pengelola izin,” kata Mansyur dalam keterangan tertulis.

Mansyur juga telah meminta pemerintah untuk memberhentikan perizinan galian C karena telah merusak lingkungan.

“Kami meminta agar pemerintah menyetop izin galian C yang diberikan. Sudah tidak ada lagi toleransi atas kerusakan yg terjadi,” ucapnya.

Acara ini kemudain ditutup dengan penyerahan spanduk tandatangan keprihatinan kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang sebagai bentuk aspirasi serta beragam doorprice dari para sponsorship. (*)

Pos terkait