Mendulang Rupiah Bercocok Tanam Jagung Pulut

  • Whatsapp
MENECEK: Petani Jagung Pulut Ali sedang menecek jagungnya di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Rabu (10/3) (Foto: Fikram/banteninsight.co.id)

CILEGON, BANTENINSIHT.CO.ID –  Potensi pertanian Jagung Pulut di Kecamtaan Cibeber, Kota Cilegon cukup mengiurkan dilahan seluas 3000 meter dapat menghasilkan 5 kwintal jagung pulut dengan harga mencapai Rp20 ribu Perkilonya.

Pertanian jagung pulut yang saat ini ditekuni oleh salah seorang warga Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon Ali mengatakan ia bercocok tanam jagung pulut di lahan seluas 6000 meter persegi.

“Luas lahannya 6000 meter persegi yang baru dipetik 3000 meter,” katanya saat dihubungi banteninsight.co.id melalui sambungan telephone, Kamis (11/3).

Ia mengakatan hasil petikan di lahan seluas 3000 meter persegi dapat menghasilkan 5 kwintal jagung pulut.

Kata dia, harga jagung pulut saat ini kisaran Rp15 ribu perkilonya. Akan tetapi harga tersebut bisa mencapai Rp20 ribu perkilonya sementara harga terendah bisa menyentuh Rp13 ribu perkilonya.

Ia menceritakan bercocok tanam jagung pulut sejak awal penanaman bibit hinga dapat dipanen membutuhkan waktu hingga 63 hari.

Lanjutnya, sebelum bercocok tanam jagung pulut ia sudah menekuni pertanian lainnya seperti cabe, timun, kacang Panjang dan umbi-umbian tahun 2007. Kata dia, awal tahun 2020 ia memulai bercocok tanam jagung pulut.

“Awalnya ragu takut enggak laku, ternyata pada awal saya uji coba dua pack benih beli lewat online hasilnya cukup bagus meskipun belum maksimal,” katanya.

“Waktu itu belum ada Bimtek, jadi penanaman jarang-jarang (jarak tanam), hamparang 2000 saya tanam kurang maksimal,” imbuhnya.

Lanjutnya, diakhir tahun 2020 tepatnya bulan November ia mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui Program Dana Intensif Daerah (DID) untuk pengajuan lahan dipemerintahan seluas 5000 meter persegi yang diterima dari Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Cilegon.

Kata dia, dengan bercocok tanam jagung pulut perekonomiannya mulai membaik. Oleh karena itu, ia akan terus melanjutkan bercocok tanam jagung pulut tersebut.

Dalam kesempatan tersebut ia juga mengucapkan terimakasih kepada Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Cilegon dan ia merasa bangga dengan adanya program jagung pulut.

“Dengan adanya program jagung pulut ini perokonomian saya pulih, hasilnya pertanian kami jadi lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Koordinator pengamat organism penyakit tanaman (PUPT) Kota Cilegon Jaelani Sapta mengatakan dalam pertanian jagung pulut petani akan menghadapi hama ulat. Untuk itu cara mangatasinya para petani dapat menggunakan pestisida.

“Tolong jangan sampai lengah, kalau ada ulatnya mau datang semprot pakai insight saja ulatnya tidak mau datang lagi,” katanya. (Fikram)

Pos terkait