Pandeglang Siap Jadi Sentra Bawang Putih, Irna: Pandeglang Bisa Tanam 22 Hektar

  • Whatsapp
MENANAM: Bupati Pandeglang Irna Narulita sedang menanam bawang putih di Kampung Kaduengang, Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari, Selasa (23/2).

PANDEGLANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Bupati Pandeglang Irna Narulita meyakini Kabupaten Pandeglang dapat menjadi sentra bawang putih dikarenakan saat ini Kabupaten Pandeglang telah melakukan Kerjasama dengan salah satu importir PT Alfin untuk menanam bawang putih dilahan seluas 4 Hektar di Kampung Kaduengang, Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari.

Bacaan Lainnya

Hal itu, menyusul Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No38 tahun 2017 junto Pementan No24 tahun 2018 tentang surat rekomendasi impor produk Hortikultura (RIPH) yang mewajibkan importir untuk menanam bawang putih.

Oleh karena itu, ia meyakini Kabupaten Pandeglang tidak hanya dapat menanam bawang putih dilahan seluas 4 hektar, bahkan Kabupaten Pandeglang dapat menanam dilahan seluas 22 hektar.

“Kami siap menjadi sentra bawang putih dan menjadi kontributor bagi nasional,” kata Bupati Irna Narulita usai acara penanaman bawang putih, Selasa (23/2).

“Hari ini kita diberi kesempatan untuk pengembangan bawang putih, jangan sia-siakan kesempatan yang baik ini,” imbuhnya.

Di empat hektar yang saat ini ditanam bawang putih, Bupati Irna meminta perawatannya maksimal agar hasil yang dicapai melebihi target.

“Saya yakin hasilnya lebih dari 6 ton, jika dirawat dirawat dengan baik. Dampingi petani kami oleh tenaga ahli yang dibawa oleh importir dan para penyuluh,” ujarnya.

“Mari satukan tekad tujuan, Pandeglang harus jadi penghasil bawang putih. Saya tidak bosan memotivasi, kalau demplot ini hasilnya bagus, tentu investor akan datang ke Pandeglang,” sambungnya.

Masih kata Irna, bawang putih ini merupakan komoditas yang sangat strategis, dan selama ini ketergantungan dari luar negeri.

“Kalau kita bisa kenapa tidak dicoba,  jika ada peluang pasar jangan kasih kesempatan orang lain manfaatkan daerah kita,” pungkasnya.

Direktur PT Alfin Umar Jahidin mengatakan, dari 180 Kabupaten Kota di Indonesia, salah satunya Pandeglang yang akan ditanami bawang putih.

“Pemerintah mewajibkan kami importir untuk menanam bawang putih 5 persen dari jumlah impor PT Alvin 7.500 ton,” katanya.

Dikatakan Umar, 5 persen dari 7.500 ton, dirinya akan menanam bawang putih dilahan seluas 62 hektar. Kata dia, 40 hektarnya sudah dilakukan di Jawa.

“Disini kita akan tanam 4 hektar dulu yang dibuat demplot, jika hasilnya bagus tentu kita akan naikan menjadi 10 hektar,” ujarnya.

Menurut umar, cara penanaman bawang putih tidak jauh berbeda dengan bawang merah, hanya saja kata Umar, bawang putih agak sedikit lama.

“Saya punya pengalaman dibawang merah, nanti akan dipanen empat bulan kedepan, dan diperkirakan satu hektar mencapai 6 ton bahkan jika perawatannya bagus bisa lebih,”sambung umar.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Budi S Januardi mengatakan, sesuai Memorandum Off Understanding (MOU), hasil panen sesuai kesepakatan akan dibagi 80 persen untuk petani dan 20 persen untuk PT.

“Penjualan milik petani diserahkan ke petani atau bisa jual sendiri. Tetapi jika mendapat kesulitan dalam pemasaran, pihak PT akan menampung hasil panen keseluruhan,” ungkap Budi. (*/Fikram)

Pos terkait