Partai Berkarya Sebut Isu Uang Suap Parkir Mengalir ke Walikota Cilegon Terkesan Dipaksakan

  • Whatsapp
Foto: Istimewa

CILEGON, BANTENINSIGHT.CO.ID – Nama Walikota Cilegon Helldy Agustian sedang jadi topik hangat pembicaraan setelah tersangka kasus dugaan suap izin pengelolaan parkir Uteng Dedi Afendi menyebut aliran uang suap itu mengalir ke Walikota Cilegon Helldy Agustian.

Uteng menyebut uang hasil suap itu mengalir ke Walikota Cilegon Helldy Agustian dengan kemasan Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp20 juta saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Serang.

Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Berkarya, Iing Mudakir melihat isu yang dilontarkan oleh Uteng terkesan dipaksakan.

Hal itu lantaran proses suap terjadi jauh sebelum Helldy menjadi Walikota Cilegon.

Iing menjelaskan, seperti diketahui, kasus suap terjadi pada Juli 2020. Sedangkan saat itu, Helldy masih aktif di dunia bisnis mobil.

“Kesan dipaksakan agar pa Helldy terlibat atau ikut mencicipi uang suap itu terlihat jelas dari sini. Saat Juli 2020 pa Helldy bukan pejabat di Pemkot, tidak punya kekuatan untuk mengatur pejabat selevel kepala dinas,” ujar Iing, Minggu (12/12).

Kata Iing, Helldy baru resmi menjabat sebagai Walikota setelah dilantik pada Jumat, 26 Februari 2021.

Iing percaya masyarakat Cilegon cerdas, bisa membedakan mana yang benar dan yang salah.

Iing pun mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang berlaku, dan tidak termakan isu yang belum bisa dipastikan kebenarannya.***

Pos terkait