Pasca Penahanan Buruh, Gubernur Banten Diminta Cabut Laporan

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Pelaporan Gubernur Banten terhadap enam orang buruh yang mengakibatkan dua diantaranya sempat ditahan Polda Banten dengan pasal 170. Akan tetapi dua buruh tersebut mendapatkan penangguhan penahanan dengan syarat melakukan wajib lapor dua kali dalam sepekan.

Bacaan Lainnya

Kemudian keenam buruh didampingi serikat buruh mendatangi Polda Banten untuk memenuhi wajib lapor. Dalam kesempatan tersebut para meminta Gubernur Banten Wahidin Halim untuk mencabut laporannya.

Setelah itu, mereka berkumpul didepan Polda Banten untuk memberikan semangat kepada kawan mereka yang tengah menjalani proses hukum.

Para buruh itu mengeluhkan wajib lapor yang dilakukan setiap hari Senin dan Kamis. Karena wajib lapor tersebut dianggap menggangu aktifitas para buruh sehingga mereka mendesak Gubernur Banten untuk mencabut laporannya.

“Karena kejadian ini sama sekali bukan direncanakan kita meminta maaf kepada gubernur dan meminta gubernur untuk mencabut laporannya. Supaya kami bisa tetap bekerja dengan baik dan lancar lagi,” kata Sena, salah satu buruh, Senin (3/1).

Ia mengaku ingin berdamai dengan gubernur banten Wahidin Halim atas insiden yang terjadi pada tanggal 22 Desember 2021 lalu. Menurutnya proses hukum yang terjadi membuat aktivitasnya terganggu.

“Pengennya kita berdamai dengan pak gubernur. Untuk terganggu (aktivitas) sedikit terganggu karena setiap dua kali seminggu wajib lapor,” jelasnya.

Semntara itu, buruh lainnya Yaitu Omsar Simbolon mengaku tidak memiliki niat sedikitpun untuk melecehkan Gubernur Banten, Wahidin Halim.

“Kami tidak memiliki maksud lain untuk melecehkan pak Gubernur dengan kejadian kemarin,” katanya.

Ia mengatakan, jika saat ini dirinya memiliki keluarga yang tentunya harus mendapatkan nafkah yang nantinya sulit ia berikan apabila terjerat hukum.

“Kami sadar bahwa kami memiliki keluarga, sehingga memohon kepada pak Gubernur agar kiranya bisa memaafkan kami untuk mencabut laporan di Polda Banten,” pungkasnya. ***

Pos terkait