Pasca Penggeledahan BPRS CM, KaKejari Cilegon: Perbuatan Melawan Hukumnya Ada

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Pasca penggeledahan Kantor Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS CM), Kamis (6/1)  Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon pastikan BPRS CM melakukan perbuatan melawan hukum.

Bacaan Lainnya

“Yang jelas perbuatan melawan hukumnya ada terpenuhi semua unsur,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon Ely Kusumastuti kepada wartawan usai menerima penghargaan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten di Aula Kejati Banten, Selasa (11/1).

Akan tetapi KaKejari Cilegon tidak mau memberikan detail temuan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh BPRS CM dengan alas an masih dalam penyelidikan.

Ia juga mengatakan pihaknya sudah melakukan transparansi, tidak main-main dalam melakukan tindakan yang melawan hukum.

Ia juga mengatakan alawan pihaknya melakukan penggeledahan secara dadakan. Dikarenakan jika tidak demikian maka alat bukti akan dihilangkan atau disembunyikan oleh BPRD CM.

“Kenapa kami diam silence (Penggeledahan) kalau kami bilang bilang mau kami geledah sudah dihilangkan dulu, sudah disebunyikan dulu donk, itukan dokumen terkait dengan kredit peminjaman kemudian agunan-agunan dan sebagainya,” ujarnya.

Kata dia, dengan demikian pihaknya dapat menemukan unsur melawan hukum dalam pencairan dan pemberian kredit yang dilakukan oleh BPRS CM.

“Kami kan ingin melihat melawan hukum di pencairan dan pemberian kredit itu mekanismenya seperti itu,” katanya.

Adapun barang yang disita oleh pihaknya yakni, dokumen pemberian kredit seperti pemberian pinjaman, fasilitas perbankkan yang terkait tindakkan pidana.

“Dokumen-dokumen kredit kayak (Seperti) pemberian pinjaman fasilitas–fasilitas perbankkan, itu yang kami sita, yang benar-benar terkait tindak pidana atau dipakai untuk melakukan tindak pidana atau hasil dari melakukan tindak pidana,” katanya.***

Pos terkait