Pedagang Sayur di Pasar Ciruas Keluhkan Daya Beli Masyarakat Menurun

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Pedangang sayuran di Pasar Ciruas, Kabupaten Serang mengeluhkan turunnya daya beli masyarakat terhadap komuditas Cabai, Telor, Sayur Kol, Tomat dan Daging.

Bacaan Lainnya

Penurunan daya beli masyarakat terhadap sayuran terjadi sejak awal pandemi tahun 2020 hingga saat ini Agustus 2021.

Pedagang sayuran di Pasar Ciruas Rusli mengatakan daya beli masyarakat terhadap cabai masih kurang sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Daya beli masyarakat sekarang lagi kurang entah kenapa, lagi sepi aja. Turunya sejak pandemi aja sejak pandemi sekarang PPKM, Hampir setengahnya,” katanya saat dijumpai di Pasar Ciruas, Kabupaten Serang, Senin (13/9).

Kata dia, penurunan daya beli dimasyarakat dipanguruhi oleh pedagang eceran yang membeli dagangannya.

Ia juga mengatakan untuk saat ini harga Cabai keriting dan cabai besar atau cabai tewe masih stagnan di anggka Rp20ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit dan cabai rawit setan tetap tetap stabil di Rp25 ribu perkilogram.

Akan tetapi untuk tomat mengalami penurunan harga yang semula Rp20 ribu perkilogram sekarang seharga Rp15 perkilogram.

“Tomat Rp15 ribu, minggu kemaren sempat Rp20 ribu perkilogramnya,” ujarnya.

 Keluhan turunnya daya beli masyarakat terhadap sayuran juga dikeluhkan oleh pedagang sayur di Pasar Ciruas Meri mengatakan daya beli masyarakat terhadap sayuran menurun hingga 70 persen sejak adanya wabah virus Corona.

“Pembeli kurang 70 persen sejak korona,” katanya.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ia tetap mengandalkan pemasukan dari hasil berjualan sayur-sayuran di Pasar Ciruas.

“Kalau dibilang cukup ya cukup-cukupin,” ujarnya.

Kata dia, pada pukul 13:00 WIB pembeli di Pasar Ciruas sudah tidak ada. Berbeda dengan tahun kemaren yang menurutnya masih mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Ia juga mengatakan harga sayuran seperti sayur Kol mengalami kenaikan dari harga biasanya Rp90 ribu hingga Rp100 ribu perkantongnya menjadi Rp155 ribu perkantonganya dengan berat 12 Kilogram. Akan tetapi ia tidak mengetahui penyebab kenaikan harga sayur kol tersebut.

“Naik turun harganya enggak tahu karena apa, agen enggak ngasih tahu,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang daging sapi di Pasar Ciruas Tomi mengatakan harga daging sapi masih berada diangka Rp130 ribu perkilogramnya. Kendati demikian ia mengeluhkan turunnya daya beli masyarakat terhadap daging mencapai 80 persen.

“Penjualan menurun 80 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Pedagang telor Ayam di Pasar Ciruas Andre mengatakan harga telor tidak stabil selalu berubah hamper setiap hari. Akan tetapi kenaikan harga tidak signifikan hanya berkisar seribu rupiah perkilogramnya.

“Setiap hari berubah,” katanya.

Lanjutnya, harga telor perhari ini mencapai Rp19 ribu perkilogram. Kata dia, itu harga telor kiriman dari peternak pada Sabtu (11/9). Akan tetapi du minggu yang lalu harga telor ayam mencapai Rp25 ribu perkilogramnya.

Ia juga mengatakan penjualannya dalam satu hari bisa mencapai 10 ikat telor ayam dengan berat perikatnya mencapai 15 kilogram. (Fikram)

Pos terkait