Perekonomian Provinsi Banten Membaik Hingga 8,95 persen

  • Whatsapp
Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) saat ditemui wartawan usai menghadiri sidang paripurna Istimewa Hari Jadi Provinsi Banten Ke-21 Tahun 2021 di gedung DPRD Provinsi Banten, Senin (4/10). (Foto: Fikram/banteninsight.co.id)

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengatakan kondisi perekonomian Provinsi Banten membaik hingga 8,95 persen pada triwulan II tahun 2021. Peningkatan tersebut dklaim lebih tinggi dari kinerja perekonomian nasional sebesar 7,07 persen.

Kata dia, tingginya laju pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian Provinsi Banten mulai berangsur bangkit dan kebijakan yang dilakukan telah menuju arah yang benar.

“Perekonomian Banten pada tahun 2020 sempat mengalami resesi dengan pertumbuhan negatif 3,38 persen. Patut kita syukuri pada triwulan II tahun 2021, kinerja perekonomian kita bisa bangkit bahkan melejit sampai 8,95 persen yang jauh di atas kinerja perekonomian nasional yang mencapai 7,07 persen,” katanya pada sidang paripurna Istimewa Hari Jadi Provinsi Banten Ke-21 Tahun 2021 di gedung DPRD Provinsi Banten, Senin (4/10).

Lanjutnya, Capaian ini terutama ditopong oleh kinerja investasi dengan realisasi sebesar rp 62 trilyun pada tahun 2020 dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 73 ribu orang dan pada semester I 2021 sebesar rp 31 trilyun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 37 ribu orang sehingga banten menjadi daerah tujuan investasi terbaik keempat secara nasional.

“Dunia industri kembali menggeliat, tergambar dalam peningkatan ekspor dan impor dengan pertumbuhan net ekspor triwulan II 2021 mencapai 92,41 persen, serta diresmikannya hot stril mill senilai rp 7,5 trilyun milik pt krakatau steel oleh presiden jokowi pada tanggal 21 september 2021 sebagai pabrik dengan teknologi modern terbaru kedua di dunia,” ujarnya.

Selanjutnya, stabilitas harga bahan pokok dan bahan strategis  juga mampu kita jaga dengan tingkat inflasi 1,46 persen.  Stabilnya inflasi mampu menahan tingkat kemiskinan pada angka 6,66 persen meskipun dipengaruhi adanya pembatasan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Tingkat gini ratio masih sejalan dengan target RPJMD yaitu 0,365. Peningkatan kinerja juga ditunjukkan oleh indeks pembangunan manusia (IPM) yang pada tahun 2020 mencapai 72,45 pada tahun 2020, berada di atas kinerja nasional yang mencapai 71,94.

Tingkat pengangguran terbuka telah menyentuh angka 10,64 persen di tahun 2020, pada semester I 2021, turun ke kisaran 9,01 persen. Hal ini tidak lepas dari semakin menurunnya jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Banten, dari 6.629 pekerja pada tahun 2016 menjadi hanya 3.190 pekerja di tahun 2021 meskipun jumlah perusahaan industri meningkat darastis dari 11.862 perusahaan pada tahun 2016 menjadi 22.978 perusahaan pada tahun 2021.

Guna mempertahankan daya beli pekerja saat pandemi Covid-19, di Provinsi Banten tercatat penerima bantuan subsidi upah (bsu) sebanyak 872.985 pekerja dan 214.309 pekerja pada tahun 2021, penerima program kartu prakerja sebanyak 268.584 orang, dan penerima bantuan korban PHK dari pemerintah Provinsi Banten sebanyak 7.137 orang. (Fikram)

Pos terkait