Peringati Hari Persahabatan Internasional, Simak 9 Cara Agar Persahabatan Tetap Langgeng Setelah Menikah

  • Whatsapp
Ilustrasi persahabatan setelah menikah. (FOTO: FREEPIK).

BANTENINSIGHT.CO.ID — Hari Persahabatan Internasional diperingati  pada tanggal 30 Juli setiap tahunnya, meskipun ada juga beberapa negara yang memperingatinya di minggu pertama Agustus.

Semua hubungan emosional manusia, termasuk persahabatan, sama pentingnya. Memiliki teman di luar pernikahan bukan hanya sebuah kebutuhan, tetapi juga menyehatkan jiwamu.

Bacaan Lainnya

Meskipun setelah menikah pasanganmu dapat menjadi sahabat terbaikmu, kamu tetap membutuhkan ruang pribadi.

Memiliki sahabat membantumu memiliki kehidupan sosial yang sehat dan memberi kamu rehat sejenak dari tanggung jawab pernikahan.

Namun, ada kalanya setelah menikah, pengantin baru menjadi sibuk dengan kewajiban baru dan tidak memiliki banyak waktu untuk dihabiskan bersama sahabat.

Hal ini membuat banyak orang percaya bahwa mereka akan mulai kehilangan persahabatan setelah menikah.

Bahkan, dilansir dari stylecraze.com, sebuah studi pada tahun 2015 menyimpulkan para lajang lebih berhasil dalam mempertahankan hubungan persahabatan dibandingkan dengan orang-orang yang sudah menikah.

Kalau kamu termasuk orang yang khawatir persahabatanmu akan menghilang setelah kamu menikah, Harini Natarajan, seorang praktisi kecerdasan emosional menuliskan beberapa cara untuk mempertahankan persahabatan setelah menikah berikut ini.

1. Buat komitmen dengan persahabatanmu

Prioritasmu mungkin berubah setelah menikah, dan tanggung jawabmu bahkan meningkat. Selama fase transisi kehidupan pernikahan yang baru ini, sangat penting untuk berkomitmen dalam persahabatanmu, dengan terus memelihara kedekatanmu dengan para sahabat.

Hal itu bisa kamu lakukan dengan terus berkontak dengan mereka, baik melalui panggilan telepon, teks, panggilan video, atau bahkan kamu bisa meluangkan waktu untuk mereka di akhir pekan atau kapan pun kamu memiliki waktu luang.

Jelaskan kepada mereka bahwa kamu sedang menyesuaikan diri dengan kehidupan yang baru, dan mereka akan memahami situasimu. Hal ini juga akan menjauhkan kesalahpahaman, dan justru membantumu lebih menghargai para sahabatmu.

2. Beritahu pasanganmu arti para sahabat bagimu

Kehilangan kontak dengan teman lama setelah menikah tidak perlu menjadi ceritamu. Buat batasan yang jelas dan beritahukan pada pasanganmu apa pentingnya mereka dalam hidupmu.

Di hari libur atau waktu luangmu, kamu bisa membuat jadwal kapan untuk menghabiskan waktu masing-masing dengan sahabat, keluarga serta pasanganmu. Hal ini akan membantu menciptakan keseimbangan hubungan dan memberi ruang bagi orang-orang penting lainnya dalam hidupmu.

3. Jadikan persahabatan sebagai prioritas, bukan pilihan

Ada skenario tertentu ketika orang yang sudah menikah akhirnya menjauhkan diri dari temannya. Namun, ketika ia sedang merasa kesulitan, ia akan menjangkau teman yang sama untuk mendapatkan dukungan emosional. Setelah masalah teratasi, orang itu mungkin akan menjauhkan diri lagi dari temannya.

Berhati-hatilah karena perilaku seperti itu dapat memicu perpecahan di antara dua orang, bahkan ketika persahabatan dibangun di atas dasar kepercayaan dan empati yang kuat.

Sahabat meningkatkan kualitas hidup mu, dan merekalah yang dapat kamu percayai. Jika mereka telah membantu kamu keluar dari situasi sulit, akui dukungan mereka. Latihan ini memberi sahabatmu kesempatan untuk terlibat dalam hidupmu secara lebih mendalam.

4. Jalin komunikasi yang sehat dengan sahabat

Hubungan yang konstruktif dan mendalam dibangun di atas dasar komunikasi proaktif. Pendekatan ini juga membantu kamu menetapkan batasan dan harapan dengan para sahabatmu. 

Hal ini sangat penting, karena kamu mungkin tidak selalu dapat memenuhi janji pertemuanmu dengan mereka. Misalnya, ketika kamu sudah memiliki anak tetapi pengasuh atau sanak keluarga yang kamu titipi anakmu ternyata membatalkannya pada menit terakhir, kamu mungkin harus membatalkan janji makan siangmu bersama sahabat.

Penting juga untuk berkomunikasi dengan jelas, dan tidak menganggap remeh sahabatmu. Misalnya, dengan mencari tahu apakah kamu boleh membawa anakmu saat janji bertemu dengan mereka.

Kamu mungkin terkadang juga perlu melewatkan acara penting bersama para sahabatmu. Memberi tahu mereka sebelumnya akan menghindari membuat sahabatmu kecewa.

5. Mulai rencanakan waktumu dengan sahabat

Menjadi lebih teratur dengan rencana, percakapan, dan menambahkan pengalamanmu dengan sahabat, dapat membantu memprioritaskan hubungan yang penting.

Pertahankan jadwal untuk membantu kamu mengatur hari dengan lebih baik, dan memikirkan waktu luang yang cukup untuk menghabiskan waktu bersama sahabat, keluarga dan pasanganmu.

Bagian terbaiknya, kamu tidak harus selalu bertemu sahabat secara fisik. Manfaatkanlah teknologi, untuk dapat membantumu tetap terhubung dengan mereka. Mungkin juga tidak semua sahabatmu berada di kota yang sama denganmu. Jika kamu memutuskan pindah kota setelah menikah, panggilan video adalah cara yang bagus untuk terus menjalin ikatan.

Hanya karena kamu sudah menikah, bukan berarti kamu tidak bisa menikmati perjalanan tanpa pasangan. Ide yang bagus untuk sesekali merencanakan perjalanan dengan para sahabatmu.

Dorong pasanganmu untuk melakukan hal itu juga dengan teman-temannya. Ini akan memberi kamu waktu yang cukup dengan para sahabat sambil juga memberikan ruang untuk pasanganmu.

6. Atur pengingat untuk tanggal penting

Akan lebih sulit untuk muncul di hari ulang tahun, hari jadi, dan acara-acara lain setelah kamu menikah. Tetapi dengan menempatkan pengingat untuk semua tanggal penting di kalender, akan memberi kamu kesempatan untuk mengucapkan selamat kepada sahabatmu dan merencanakan sesuatu yang istimewa bila memungkinkan.

Mengejutkan mereka sesekali juga merupakan ide bagus, dan ini akan membantu mempererat persahabatan lebih jauh. Kamu juga dapat memimpin dengan menyarankan waktu kumpul dan kegiatan yang akan dilakukan, untuk bertemu mereka semua.

7. Berikan perhatian dalam persahabatan

Persahabatan berkembang seiring berjalannya waktu. Hal itu bisa dimulai ketika dua orang berkumpul bersama dan kemudian berkembang menjadi dua orang yang terhubung pada tingkat yang lebih intim.

Bahkan meskipun kamu tidak berbicara setiap hari atau bertemu sesering mungkin, kamu tahu apa yang terjadi dalam hidup mereka. Seperti ketika sahabatmu mendapat promosi baru dalam pekerjaannya, atau sahabatmu yang masih lajang pada akhirnya memiliki hubungan baru, atau bahkan sahabatmu sedang mengalami masa sulit, seperti depresi atau kehilangan seseorang dalam hidupnya, berikanlah mereka perhatian.

Terkadang, hanya memeriksa melalui pesan teks sederhana bisa sangat berarti bagi seorang teman yang mungkin ragu untuk menghubungi kamu karena mereka mungkin percaya kamu terlalu sibuk.

Yakinkan para sahabatmu bahwa kamu secara emosional selalu tersedia untuk mereka ketika mereka membutuhkan dukungan.

8. Rayakan kesuksesan dan kebahagiaan sahabatmu

Sahabat juga membutuhkan kamu untuk merayakan kesuksesan dan mimpi besar yang telah mereka capai. Mendengarkan mereka dan memahami perasaan mereka dapat membantu kamu tetap selaras dengan apa yang mereka alami.

Kamu juga dapat menghabiskan waktu di halaman media sosial mereka, mengikuti pembaruan mereka dan terlibat dalam postingan mereka, terutama aktivitas, pencapaian, dan ekspresi kreatif yang mereka unggah.

Hal ini dapat membuat para sahabatmu merasa lebih terhubung dengan kamu daripada sebelumnya, terutama ketika hari libur, dimana mereka ternyata menghabiskan waktu sendirian jauh dari keluarga. 

9. Luangkan waktu untuk diri sendiri

Mengelola hubungan membutuhkan waktu, energi, dan kesabaran. Menciptakan ruang untuk perawatan diri turut membantu menjaga tingkat energimu terisi kembali.

Meluangkan waktu untuk diri sendiri juga membantu kamu memproses hubunganmu dan dinamika yang berkembang secara lebih dalam, tepat waktu, dan muncul dengan cara terbaik bagi orang-orang terdekatmu.

Perawatan diri sendiri dapat mencakup kegiatan yang melibatkan dan merangsang kamu secara emosional, fisik, spiritual, dan intelektual yang membantu kamu bersantai dan menjadi lebih rileks.

Pernikahan memerlukan serangkaian waktu, harapan, dan tanggung jawab baru. Mungkin perlu beberapa waktu untuk kamu terbiasa dengan perubahan ini sementara sahabatmu mungkin merasa diabaikan.

Wajar jika kamu merasa kehilangan persahabatan setelah menikah. Namun, itu tidak perlu menjadi cerita kamu. Menjaga komunikasi yang sehat dan merencanakan waktu kamu dengan para sahabat dapat membantu kamu mempertahankan ikatan persahabatan ini. (*)

Pos terkait