Polda Banten Sita 345.46 Gram, Tiga Warga Banten Jadi Tersangka

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Ditresnarkoba Polda Banten ungkap kasus tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 345.46 Gram dengan tiga orang pelaku asal Banten berinisial TH alias OP (31), HD (34) dan RMH (36) di Wilayah Hukum Polda Banten.

Bacaan Lainnya

Adapun para pelaku merupakan warga lokal Banten, yaitu HD (34), warga Cadasari Kabupaten Pandeglang, TH als OP (31), warga Baros Kabupaten Serang dan RMH (36), warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Penangkapan dilakukan di Kampung Kadukasintu, Desa Kaungcaang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Minggu (24/10) dengan tersangka TH dan HD serta barang bukti sabu-sabu seberat 314,64 gram yang disimpan didalam kotak bekas masker betulisan 500 gram.

Tersangka TH alias OP mendapatkan perintah dari I (DPO) untuk mengambil narkotika di daerah Jakarta dan tersangka TH menyuruh tersangka HD untuk mengambil serta mengirimkan barang haram tersebut kepada pemesan yang berada di Kabupaten  Pandeglang.

“Motifnya untuk mendapatkan upah dari hasil sebagai perantara dan mengantarkan narkotika jenis sabu,” kata Direktur Narkoba Polda Banten Kombes. Pol. Martri Sonny pada Press Conference ungkap kasus Narkoba, di Polda Banten, Selasa (2/11).

Martri Sonny menjelaskan bahwa ketiga tersangka merupakan jaringan sabu berbeda. Tersangka HD dan TH merupakan kurir yang ditugaskan bandar berinisial I (DPO) untuk mengambil sabu di Jakarta.

“Setelah mendapatkan sabu, keduanya selanjutnya diperintahkan untuk mengantarkan barang haram tersebut kepada pemesan di daerah Pandeglang,” jelasnya.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) dan 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan Ancaman Pidana Mati.

Selanjutnya penangkapan kedua dilakukan di Kampung Tajur Indah, Kelurahan Desa Mekar Agung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (26/10) dengan tersangka RMH dan barang bukti sabu-sabu seberat 30.52 Gram yang dibungkus dengan plastik klip bening.

Kata dia, barang haram tersebut didapatkan tersangka RMH dari daerah Kondang Cadasari didekat gorong-gorong, Minggu (24/10). Sebagian barang haram tersebut sudah diserahkan kepada pemesan dari tersangka RMH atas nama LUR (DPO).

Kata dia, peran para tersangka yaitu TH alias OP adalah penghubung kepada bandar I (DPO), dan menjadi pemberi perintah kepada HD untuk mengambil narkoba ke bandar kemudian mengedarkannya di wilayah hukum Polda Banten.

“Berdasarkan keterangannya, TH alias OP sudah 5 kali mendapat perintah untuk mengambil barang dari I (DPO) dengan upah tiap pengambilan sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta dan HD sendiri mendapatkan keuntungan sekitar Rp 1 juta per pengambilan barang. Sedangkan RMK berperan sebagai pengedar narkoba di wilayah Banten, mendapat keuntungan dari harga jual yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga jual dari bandar I (DPO),” ungkapnya.

Dari hasil penangkapan tersebut pelaku tersebut dan barang bukti keseluruhan yang didapatkan sebanyak hampir + 345.46 Gram apabila diuangkan mencapai jiwa Rp.414.000.000,- (Empat ratus empat belas juta rupiah) dan kita berhasil menyelamatkan sebanyak 1381 (seribu tiga ratus delapan puluh satu) jiwa.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga menambahkan bahwa modus operandi para tersangka tidak mudah untuk diidentifikasi, perlu ketelitian dan keuletan dari penyidik untuk dapat mengungkap modus tersebut dan menangkap para pelakunya.

“Untuk modus yang telah diidentifikasi yaitu para pelaku lapangan tidak diberikan akses berkomunikasi dengan bandarnya, dan pengiriman barang dilakukan dengan tersembunyi, menempatkan narkoba dalam kantongan di tempat-tempat yang tidak lazim, seperti di bawah tiang penerangan jalan, di bawah gapura, di gorong-gorong, di tempat sampah dan lainnya,” ucap Shinto Silitonga.

Shinto Silitonga juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika mengetahui adanya peredaran narkoba.

“Narkoba ini merupakan musuh kita bersama, karena narkoba bisa merusak generasi penerus bangsa. Untuk itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat yang berada di wilayah hukum Polda Banten untuk bersama-sama memutus peredaran narkoba ini,” imbuhnya.

“Silahkan masyarakat laporkan ke pihak kepolisian jika menemukan atau mencurigai adanya perbedaan narkoba di lingkungan masing-masing,” tutupnya. **

Pos terkait