Puluhan Siswa SMK YP Fatahillah 2 Cilegon Ikuti Tax Goes to School

  • Whatsapp
Foto bersama siswa SMK YP Fatahillah 2 Cilegon usai acara Tax Goes to School (TGTS) berakhir, Rabu (20/7/2022). (FOTO: HUMAS KANWIL DJP BANTEN)

CILEGON, BANTENINSIGHT.CO.ID — Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cilegon menyelenggarakan kegiatan Tax Goes to School (TGTS), kali ini di SMK YP Fatahillah 2 Cilegon pada Rabu (20/7/2022).

Adapun kegiatan ini diikuti oleh 60 siswa SMK YP Fatahillah 2 Cilegon, mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Emas Berkarakter dengan Sadar Pajak Sejak Dini”.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini terwujud atas kerjasama KPP Pratama Cilegon dan SMK YP Fatahillah 2 Cilegon.

Tax Goes to School merupakan salah satu progam inklusi kesadaran pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) guna mengenalkan pajak kepada calon wajib pajak.

Pengenalan pajak pada kegiatan ini dijadikan bagian materi yang diberikan kepada siswa baru kelas 10 SMK YP Fatahillah 2 Cilegon pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Acara TGTS dibuka dengan sambutan dari Kepala SMK YP Fatahillah 2 Cilegon, Sri Widodo, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala KPP Pratama Cilegon yang diwakili oleh Kepala Subbagian Umum dan Kepatuhan Internal, Jarot Sugistoro.

Jarot dalam sambutannya menyampaikan pengenalan pajak meliputi manfaat dan peran pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Pajak merupakan tulang punggung pembangunan negara yang menjadi instrumen penting untuk pembangunan negara demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Jarot dalam keterangan tertulis pada Rabu (20/7/2022).

Hal ini, jelas Jarot, terutama sangat terasa pada masa pemulihan pasca pandemi covid-19.

“Melalui kegiatan TGTS ini, (harapannya) generasi saat ini akan menjadi bagian dari wajib pajak masa depan yang patuh, menjadi generasi emas sadar pajak demi pembangunan negara yang semakin baik,” ungkapnya.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Fungsional Penyuluh Pajak Dian Anggrayuni.

Dian menyampaikan materi edukasi perpajakan diantaranya apa itu pajak, manfaat dan peran pajak bagi negara dan masyarakat, bagaimana negara tanpa pajak serta perbedaan antara pajak pusat dan pajak daerah.

“Bela negara tidak hanya dikaitkan dengan perang atau angkat senjata saja,” jelasnya.

Lebih lanjut menurut Dian, berkontribusi dalam perpajakan merupakan upaya bela negara.

“Dengan pajak, masyarakat telah ikut serta menjamin kelangsungan negara,” tambahnya. (*)

Pos terkait