Siswa Tingkat SD di Kota Serang Boleh Laksanakan PTM, Ini Aturannya

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memperbolehkan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Bacaan Lainnya

Walikota Serang Syafrudin mengatakan siswa sekolah tingkat SD dapat melaksanakan PTM dengan syarat jumlah siswa yang berada didalam kelas hanya 30 persen saja.

Kata dia, misalkan jumlah siswa ada 30 orang dalam satu kelas maka hanya 10 siswa saja yang diperbolehkan untuk melaksanakan PTM. Sementara siswa yang lainya akan melaksanakan PTM pada hari berikutnya secara bergantian.

“Tingkat SD hanya bisa yang tatap muka 30 persen. Jadi kalau muridnya 30 orang, jadi hari ini 10 orang besok 10 orang bergantian,” kata Walikota Serang Syafrudin usai rapat Paripurna penyampaian Raperda tentang penyertaan modal pemerintah Kota Serang pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Madani di Gedung DPRD Kota Serang, Senin (13/9).

Selanjutnya, ia juga mengatakan berdasarkan pantauan pihaknya terhadap salah satu sekolah tingkat SD di Kota Serang pihaknya mendapati sudah terlaksananya Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat.

“Alhamdulillah tadi secara prokes diterapkan sangat ketat baik ketika mau masuk sekolah, cuci tangan pakai masker semua jaga jarak sudah memenuhi unsur prokes,” ujarnya.

Ia juga mengatakan para guru juga sudah divaksin Covid-19. Akan tetapi untuk para siswa belum bisa divaksin.

“Para guru juga sudah di vaksin semua dan murid juga kalau SD itu belum bisa di vaksin,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk siswa SD kelas enam yang berusia 12 tahun lebih sudah dapat divaksin.

Saat ditanya wartawan mengenai adanya potensi kerumunan yang dipicu oleh pedagang di lingkungan sekolah ia mengatakan petugas dari pihak sekolah akan melakukan pengawasan kepada para pedagang.

“Tadi ada beberapa kerumunan hanya emang dari petugas sekolah melakukan pengawasan ketat terutama yang menjemput siswa,” katanya.

Kata dia, untuk yang mengantar siswa sekolah tidak memicu kerumunan. Hanya saja untuk para penjemput siswa berpotensi memicu kerumunan.

“Kalau yang mengantar itu (langsung) pulang. Kalau yang menjamput itu menunggu jadi itu juga sudah diatur sehingga jaga jarak juga dipenuhi,” ujarnya. (Fikram)

Pos terkait