Stok Daging dan Bahan Pokok di Kabupaten Tangerang Aman

  • Whatsapp
DAGING SAPI: Salah Seorang pembeli daging sapi sedang menawar harga daging sapi di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Kamis (1/4). (Foto: Fikram/Banteninsight.co.id)

TANGERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Pemkab Tangerang menyatakan, ketersediaan hewan ternak, daging dan kebutuhan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Tangerang dalam keaadaan aman.

Bacaan Lainnya

Demikian terungkap pada rapat koordinasi bersama antara Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan dengan tim pengendalian inflasi daerah secara virtual melalui zoom meeting, Kamis (08/07).

Rapat digelar dalam rangja menjaga kesiapan ekonomi Banten menghadapi PPKM darurat dan Hari Raya Idul Adha.

“Untuk stock sapi potong hidup berjumlah 3.722 ekor, stock daging beku sebanyak 3,362.43 ton, daging ayam 1,887.16 ton, dan daging sapi sebanyak 105.32 ton. Sama halnya, untuk ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Tangerang juga masih dalam keadaan aman pada bulan Juli 2021,” kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tangerang, Drs. H. Yusuf Hera pada rapat koordinasi bersama tim pengendalian inflasi daerah secara virtual melalui zoom meeting, Kamis (08/07).

Berdasarkan dataDisperindag Kabupaten Tangerang, per tanggal 5 juli 2021 ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga secara signifikan.

Diantaranya ada daging ayam ras yang minggu lalu di harga Rp.39.333/Kg minggu ini naik menjadi Rp.46.000/Kg, cabe merah besar dari Rp.30.000/kg naik menjadi Rp.33.333/Kg, dan cabe rawit merah yang semulanya Rp.58.333/Kg naik menjadi Rp.64.000/Kg.

Sedangkan untuk penurunan harga bahan pokok diantaranya ada cabe rawit hijau yang minggu lalu di kisaran harga Rp.40.000/Kg kini turun menjadi 35.667/Kg dan ada ikan mas segar dari Rp.35.000/Kg turun menjadi Rp.33.333/Kg.

“Untuk beberapa hari kedepan kita akan merencanakan jadwal pengawasan pemeriksaan hewan qurban di lapangan, ini bertujuan untuk memonitoring langsung ketersediaan hewan qurban menjelang idul adha di tahun 2021 ini,” lanjutnya.

Iapun berharap, masyarakat di Kabupaten Tangerang agar membeli bahan pokok yang diperlukan saja, ini dilakukan untuk menjaga kestabilan dan ketersediaan bahan pokok menjelang hari Raya Idul Adha.

Ia melanjutkan, pada tahun 2021 ini laju inflasi Provinsi Banten pada triwulan II lebih tinggi dibandingkan pada triwulan I. Peningkatan tekanan inflasi yang terjadi tersebut didorong dengan adanya momen perayaan Ramadan dan Idul Fitri yang berlangsung pada triwulan II.

“Inflasi Provinsi Banten pada tahun 2021 masih berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 3,0 persen. Angka tersebut mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun 2021. Pemulihan ekonomi yang didorong program vaksinasi akan menyebabkan peningkatan ekspetasi konsumsi di masyarakat,” ucapnya.

Yusuf Herawan menambahkab, kebijakan pemerintah untuk menjaga harga di level stabil diperkirakan dapat menjaga inflasi Provinsi Banten masih berada dalam koridor sasaran inflasi nasional selama pemulihan ekonomi. (*/Red)

Pos terkait