Suplemen Prenatal Kolin Bantu Tingkatkan DHA untuk Perkembangan Otak Janin

  • Whatsapp
Ilustrasi suplemen prenatal untuk ibu hamil. (FOTO: FREEPIK)

BANTENINSIGHT.CO.ID – Ibu hamil biasanya dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen prenatal tambahan untuk menjaga kesehatan tubuh dan janin yang tengah dikandung. Vitamin dan mineral yang terkandung dalam suplemen sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan asupan nutrisi pada janin. Kandungan yang biasanya ada dalam suplemen prenatal salah satunya adalah kolin.

Kolin membantu mendukung metabolisme tubuh ibu hamil dan membantu perkembangan bayi dalam kandungan. Suplemen prenatal kolin yang dikonsumsi oleh Ibu hamil telah terbukti memiliki manfaat jangka panjang bagi anak-anak.

Bacaan Lainnya

Melansir scitechdaily.com, profesor ilmu gizi di Cornell University, Marie Caudill mengatakan selama kehamilan, nutrisi untuk janin didapatkan dari dari hati (liver) sang ibu, jadi dengan melengkapi asupan kolin dan DHA bersama dapat meningkatkan bioavailabilitas DHA, ketersediaan DHA dalam tubuh.

Adapun DHA (Docosahexaenoic acid) termasuk kedalam asam lemak omega-3 yang menjadi komponen struktur utama dari otak manusia, cerebral cortex, kulit dan retina. Oleh karena itu, DHA dapat membantu perkembangan otak, kognitif, sistem imun, serta penglihatan pada bayi.

Bentuk interaksi nutrisi-nutrisi ini bukanlah hal baru. Di usus, misalnya, vitamin D dapat meningkatkan penyerapan kalsium, sementara vitamin C dapat meningkatkan ketersediaan zat besi.

Sebuah penelitian menemukan bahwa kolin juga dapat membantu tubuh lebih efektif dalam memanfaatkan asam lemak omega 3 yang sangat penting untuk perkembangan otak, kognisi, dan penglihatan janin. Penelitian ini dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition pada 16 Mei 2022.

Penelitian tersebut dilakukan pada 30 wanita dengan usia kandungan 12-16 minggu, dengan memberikan 550mg suplemen kolin dan 200mg suplemen DHA selama kehamilan sampai melahirkan.

Para peneliti berhasil mengidentifikasi reaksi kimia, dimana kolin menyumbangkan molekul kecil gugus metil yang ditambahkan ke molekul phosphatidylethanolamine.

Melalui jalur biologis, phosphatidylethanolamine diubah menjadi molekul baru yang mengandung kolin bernama phosphatidylcholine, yang diperkaya dengan DHA.

Dalam bentuk ini, DHA akan ditransfer keluar dari hati (liver) dan masuk ke aliran darah ibu untuk digunakan ke seluruh jaringan tubuh.

Hasil pada penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian suplemen kolin dengan dosis tinggi dan DHA dengan dosis yang lebih rendah selama kehamilan, dapat membantu mencapai status DHA yang lebih tinggi pada para partisipan.

Berdasarkan hasil penelitian, suplementasi kolin membantu metabolisme sel lebih efektif untuk mengelola dan melepaskan asam lemak omega-3, DHA, dari liver wanita hamil. Dalam sekali sirkulasi, DHA dapat mencapai semua jaringan tubuh, termasuk plasenta.

Selain itu, asupan kolin yang tinggi pada wanita hamil dapat mengurangi respons stres bayi, meningkatkan proses informasi, dan memiliki manfaat jangka panjang ketika bayi sudah bertumbuh menjadi anak hingga dewasa.

Kolin juga dapat mengurangi terjadinya potensi preeklamsia, komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, pada wanita hamil.(***)

Pos terkait