TPS 3R Sepang Tantang Pemkot Serang Kelola Sampah Gunakan Manggot

  • Whatsapp
Salah seorang pengelola sampah organik sedang memanen manggot di TPS3R Sepang, di Komplek Griya Sukses, Jalan Raya Sepang Ciracas, Kota Serang, Minggu (4/4). (Foto: Fikram/Banteninsightco.id)

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) Sepang, di Komplek Griya Sukses, Jalan Raya Sepang Ciracas, Kota Serang menantang Pemerintah Kota Serang untuk terlibat dalam pengelolaan sampah organik menggunakan medium Black Soldier Fly (BSF) atau lalat hitam yang biasa disebut Manggot.

Bacaan Lainnya

“Kami menantang Pemerintah Kota, Kapan kami dilibatkan untuk membersihkan sampah Kota, Noh saya tantang,” kata Pengelolah sampah TPS3R Sepang Budi kepada banteninsight.co.id saat dijumpai di TPS3R Sepang di Komplek Griya Sukses, Jalan Raya Sepang Ciracas, Minggu (4/4).

Budi menjelaskan 1 Kilogram (Kg) Manggot dapat mengkonsumsi 10 Kg sampah organik perharinya.

“Dibak inituh ada 25 sampai kilo belatung (Manggot), berarti butuh makan 300 Kg perhari dikali bak yang ada (18 bak),” katanya .

Menurutnya pihaknya menunggu Pemkot Serang untuk memanfaatkan manggot dalam mengurai sampah organik. Kata dia, jika setiap Kecamatan yang ada di Kota Serang mengelolah sampah menggunakan medium manggot maka tidak aka nada lagi sampah organik yang masuk ke TPSA Cilowong.

Kata dia, sampah yang diurai menggunakan medium manggot. Selain tidak menimbukan bau busuk. Manggot juga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti ikan lele, ayam, bebek dan buruk kicau.

Sementara untuk sampah yang sudah dikonsumsi oleh manggot dapat dijadikan sebai pupuk kompos.

Kata dia, pemanfaatan manggot dalam mengurai sampah bernilai ekonomis. 10 ton sampah organic sama dengan 100 Kg manggot dengan harga Rp10 ribu perkilonya.

Sementara untuk telur manggot dihargai Rp13 ribu pergramnya. Serta untuk komposnya dengan berat 5 Kg dihargai Rp15 ribu.

Kata dia, dengan bernilainya manggot dapat dijadikan sebagai ladang bisnis pendapatan daerah dengan cara Kota Serang memiliki produk pakan sendiri dengan memanfaatkan manggot.

Menurutnya hingga saat ini belum ada pemerintah yang memanfaatkan medium manggot untuk dijadikan ladang bisnis. Adapun ekspor belatung yang ada di Bogor tidak dikelolah pihak swasta dengan pendapatan Rp1,2 Miliar perbulannya.

“Tinggal Serang mau tidak mengikuti orang yang maju,” ujarnya. (Fikram)

Pos terkait