TPU Non-musilm Ditolak, Warga: Disini 100 persen Muslim

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Warga Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang menolak rencana pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) klaster non-muslim dengan alasan penduduk disana 100 persen beragama Islam.

“Kami Karang Taruna Kelurahan Terumbu dan masyarakat, menolak adanya pembangunan klaster pemakaman non-muslim di wilayah kami, yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Serang,” Kata Sekretaris Karang Taruna Kelurahan Terumbu Azim Mutawalli kepada wartawan, Kamis (29/7).

Penolakan tersebut dikarenakan warga di Kelurahan Terumbu 100 persen beragama Islam. Ia juga mengatakan wilayah tersebut melahirkan pemuka agama Islam yang terkenal.

“Kelurahan Terumbu merupakan wilayah yang bersejarah, melahirkan sosok ulama besar dan kharismatik, yakni Kiai Buyut Beji dan Kiai Terumbu,” Katanya.

Ia juga mengatakan kedua ulama itu memiliki jasa besar dalam penyebaran agama Islam. Oleh karena itu pihaknya menolak pembangunan rencana TPU Non-muslim yang dapat mencoreng tanah kelahiran mereka.

“Masyarakat akan merasa terganggu dengan adanya pemakaman non-muslim,” Katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan bahwa penolakan tersebut merupakan kesalah pahaman atas pembangunan TPU di Kelurahan Terumbu.

Ia membantah adanya rencana pembangunan TPU klaster non-muslim di Kelurahan Terumbu. Kata dia, penolakan tersebut dikarenakan tersebarnya siteplan pembangunan TPU di masyarakat, yang sebenarnya itu bukan merupakan siteplan sebenarnya.

“Ini kejadian kurang lebih satu bulan yang lalu. Pada saat ada pematangan lahan, itu menggunakan siteplan yang belum disahkan. Jadi siteplan itu dari kabupaten kota lain,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Lanjutnya, dalam siteplan tersebut terdapat klaster non-muslim. Padahal siteplan itu bukanlah siteplan yang sebenarnya, karena hanya digunakan untuk melakukan pematokan lahan saja oleh pelaksana di lapangan.

“Itu juga belum dilakukan pelaporan kepada saya. Nah gambar siteplan itu ada yang meminta dan menyebarluaskan ke masyarakat. Klaster itu dapat dari mana itu tidak tahu, bahkan saya aja belum tahu siteplan itu. Begitu saya konfirmasi ke bawah, itu hanya digunakan untuk menentukan batas-batas,” ucapnya. (Fikram)

Pos terkait