Unpam Tolak Naikan Biaya Kuliah

  • Whatsapp
Rektor Unpam Nurzaman (Batik Coklat) usai menggelar sosialisasi pembukaan Unpam Serang dengan nama Universitas Sutomo, Rabu (17/3).

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Universitas Pamulang (Unpam) menolak menaikkan biaya kuliah Rp150 ribu perbulan tanpa ada biaya lainnya.

Bacaan Lainnya

Penolakan tersebut merupakan jawaban atas keberatan dari Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Banten yang menilai biaya kuliah Unpam terlalu murah berpotensi menghancurkan perguruan tinggi yang ada di Provinsi Banten.

Rektor Unpam Nurzaman mengatakan jika besaran biaya kuliah dinaikan maka tujuan awal didirikannya Unpam tidak dapat terlaksana.

Kata dia, sejak awal didirikannya Unpam memang ditujukan untuk membantu masyarakat yang memiliki ekonomi lemah agar dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Hal itu dikarenakan banyaknya pelajar yang tidak dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi karena terkendala biaya kuliah yang tinggi.

“Sasaran kami adalah, orang-orang yang kurang mampu secara ekonomi dan akademik. Karena berdasarkan hasil observasi kami, ternyata banyak lulusan SMA yang tidak melanjutkan kuliah. Karena faktor tidak cukup uang untuk kuliah,” ujarnya saat diwawancara usai menggelar sosialisasi pembukaan Unpam Serang dengan nama Universitas Sutomo, Rabu (17/3).

Oleh karena itu pihaknya tidak akan menaikan biaya kuliah seperti keinginan APTISI Wilayah Banten. Kata dia, jika biaya kuliah dinaikan maka tujuan kampus tersebut tidak dapat tercapai.

“Saya paham pihak APTISI tidak setuju kalau terlalu murah. Tapi gini, apabila SPP dinaikkan, maka masyarakat marjinal tidak dapat kuliah lagi. Kan sama saja niat kami tidak kesampaian,” ujarnya.

Adapun alasannya mempertahankan biaya kuliah murah tersebut dikarenakan jika masyarakat yang memiliki ekonomi lemah dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi diharapkan dapat membangkitkan kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya dengan gelar sarjana yang dimiliki paling tidak masyarakat dapat mandiri kedepannya.

“Kalau dinaikkan, yang miskin akan terus mewariskan kemiskinan. Dengan pendidikan, keterampilan, dengan ilmu pengetahuan, masyarakat dapat bangkit ekonominya. Kalau sudah lulus sarjana, sejelek-jeleknya itu mereka tetap bisa mandiri dan berguna bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, ketua Yayasan Sasmita Jaya Darsono mengatakan pihaknya tidak mengharapkan keuntungan dari penyelenggaraan pendidikan tinggi. Hal itu dikarenakan sejak awal pihaknya berniat membuka akses bagi masyarakat ekonomi lemah dapat menempuh pendidikan diperguruan tinggi.

Kata dia, dengan demikian semua kalangan masyarakat dapat memiliki akses pendidikan. Akan tetapi jika biaya kuliah Unpam tinggi maka hanya orang kaya saja dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

“Orang kaya itu tidak perlu dibantu. Mereka bisa mencari sendiri. Tapi kalau yang lemah ini tidak dibantu, maka selamanya akan lemah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan jika pihak APTISI keberatan dengan biaya kuliah yang murah, maka pihaknya tidak keberatan memasang papan pengumuman bahwa masyarakat dari golongan orang kaya dilarang kuliah di Unpam.

“Nah nanti kami buat spanduk saja, orang kaya dilarang masuk ke Universitas Sutomo (Unpam). Universitas Sutomo hanya untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan,” tandasnya sembari tertawa,” tandasnya. (Fikram)

Pos terkait