Warga Desa Sukamaju Segel Tol Serang-Panimbang, Uang Ganti Rugi Ditilep Oknum Desa

  • Whatsapp

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang menyegel jalan Tol Serang-Panimbang, Jumat (30/7). Penyegelan tersebut sebagai aksi menuntut ganti rugi yang diduga digelapkan oleh perangkat Desa Sukamaju tahun 2018.

Warga juga membentangkan Spanduk yang bertulisan “TANAH INI DISEGEL” dengan menyertakan nama pemilik tanah Asan dan pernyataan siap melepaskan tanah tersebut jika sudah ada pemberian ganti rugi.

Anak pemilik tanah Ade Priatna mengatakan pihaknya menuntut pembayaran ganti rugi atas lahan seluas 257 meter persegi seharga Rp85 juta pada tahun 2018. Akan tetapi hingga saat ini belum dibayarkan.

Dikarenakan harga awal belum pernah dibayarkan hingga saat ini pihaknya menuntut agar tanah tersebt dibayar sesuai dengan harga tanah tahun 2021 sebesar Rp231 juta atau Rp900 ribu permeter persegi.

“Keinginan dibayarkan dengan harga tahun 2021. Dibayarkan Rp900 ribu permeter,” katanya kepada wartawan, Jumat (30/7).

Lanjutnya, lahan tersebut sebenarnya sudah dibayarkan melalui perangkat desa. Akan tetapi tidak pernah sampai kepadanya. Oleh karena itu pihaknya menduga adanya penggelapan gantirugi yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Sukamaju tahun 2018 Suhendi dan Sekdes Sukamaju Ahmad Nur.

Ia juga melakukan upaya untuk meminta kejelasan dari perangkat desa akan tetapi tidak membuahkan hasil.

“Pernah kerumah Kades Sukamaju Suhendi tidak mendapat tanggapan, kerumah Sekdes Nur juga tidak ada tanggapan, terakhir kerumah Kades tidak juga ditanggapi,” ujarnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Asan Irvan A Abdillah mengatakan pada tahun 2018 Asan memiliki lima bidang tanah yang terkena pembebasan tanah Tol Serang-Panimbang.

Kata dia, dari lima bidang Tanah milik Asan sudah menerima ganti rugi empat bidang tanah.

“Tetapi Tanah dgn NOP 005-0062 / NIB BPN 84 dengan Luas 257 m belum mendapat Gantirugi,” katanya.

Lanjutnya, setelah diselidiki oleh Ade Priyatna (anak Asan) diketahui tanah pak Asan tersebut digelapkan oleh Iis Badriah (Istri Sekdes) berdasarkan bukti dari PPK Kementrian PUPR.

“Diselidiki sudah mendapat ganti rugi. Ternyata atas nama istri pak Nur (Iis Badriah),” ujarnya.

Kata dia, pihaknya juga mengetahui adanya dugaan memanipulasi kepemilikan hak tanah yang dilakukan oleh Ahmad Nur dengan bantuan Suhendi.

Lanjutnya, sebelum melakukan penyegelan pihaknya sudah berkonsultasi dengan menyidik Unit Harda, Reskrim Polres Serang, bahwa Perkara ini bisa di selidiki lebih lanjut dengan membuat Laporan Pengaduan terlebih dahulu.

“Lahan sekarang digunakan untuk tol Serang Panimbang, cuma negara harus membayar. Makanya kita segel dulu agar pak Asan tidak disepelekan,” katanya. (Fikram)

Pos terkait