Warga Kabupaten Serang Berjalan Kaki Tempuh Puluhan Kilometer Tuntut Penyelesaian Kasus Korupsi Kalender

  • Whatsapp
JALAN KAKI: Persiapan Warga Kabupaten Serang sebelum berjalan kaki menempuh puluhan kilometer tuntut penyelesaian kasus kalender di Kampung Ronceng, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Selasa (16/2). Foto : Ahmad Fikram Banteninsight.co.id

SERANG, BANTENINSIGHT.CO.ID – Sebanyak 30 orang warga Kabupaten Serang nekat berjalan kaki menempuh puluhan kilometer menuju Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagun RI) dengan tujuan untuk mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten untuk segera menuntaskan dugaan kasus korupsi pengadaan kalender di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Selasa (16/2).

Bacaan Lainnya

Perjalanan tersebut dimulai dari Kampung Ronceng, Kecamatan Pontang dengan melewati jalan Kabupaten Serang dengan kondisi rusak parah dan tidak pernah tersentuh pembangunan sejak tahun 1980.  Sebelum memulai perjalanan mereka dibekali doa oleh ustad setempat dan dibelaki makanan oleh warga Kampung serta diiringi oleh warga setempat.

Koordinator Masyarakat Kabupaten Serang yang berjalan kaki menuju Kejagung Khalid Miqdar mengatkan mereka juga membawa petisi yang ditandatangani oleh warga Kabupaten Serang yang nantinya akan diserahkan ke Kejagung dengan tujuan untuk mendapatkan simpati dari Kejagung agar mendesak Kejati Banten menyelesaikan dugaan kasus korupsi kalender tersebut.

“Kami akan menghantarkan petisi ini ke Kejagung, agar korupsi di Banten segera diselesaikan setuntas-tuntasnya. Tidak boleh ada tumbal, kalau pelakunya adalah raja, maka rajanya yang dihukum,” katanya kepada wartawan.

Ia juga mengatakan rombongan yang berangkat menuju Kejagung merupakan perwakilan dari setiap Kecamatan di Kabupaten Serang dengan membawa harapan agar kasus dugaan korupsi pengadaan kalender di Kabupaten Serang dapar segera diselesaikan.

“Kami ingin kasus korupsi khususnya di Kabupaten Serang ini segera diselesaikan,” Ujarnya.

Ia juga menjelaskan alasan memulai keberangkatan dari Kampung Ronceng bertujuan untuk menunjukkan bahwa di Kabupaten Serang masih ada jalan yang rusak, perkampungan yang kumuh serta tidak diketahui kapan akan ada pembangunan.

“Takutnya mereka tidak tahu bahwa disini ada masyarakat dan manusia yang dia juga punya generasi, punya anak sekolah, punya hak hidup, punya hak kesehatan dan pendidikan dan hak segala sebagai warga negara,” Ungkapnya. (Fikram)

Pos terkait